Kamis, 16 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Sebelum Meninggal di RS, Bocah SD Ini Mengaku Dipukuli Temannya di Sekolah

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, bocah 9 tahun itu sempat mengaku dianiaya oleh teman di sekolahnya beberapa hari lalu.

Net
Ilustrasi kekerasan pada anak 

TRIBUNJATENG.COM, SUKABUMI - Di Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, seorang siswa kelas 2 Sekolah Dasar (SD) meninggal dunia, Sabtu (20/5/2023). 

Bocah itu meninggal di rumah sakit.

Sebelum mengembuskan napas terakhirnya, bocah 9 tahun itu sempat mengaku dianiaya oleh teman di sekolahnya beberapa hari lalu.

Baca juga: Bocah SD Tewas Tenggelam saat Cari Ikan di Bekas Galian C Pinggir Sungai Progo

Mengaku dipukuli teman

Kakek korban berinisial MY (52) menjelaskan mulanya korban mengeluhkan sakit di bagian dada.

Bocah itu juga mengeluh sesak napas serta kesakitan di bagian rahang dan tulang punggung.

"Awalnya kami keluarga tidak mengetahui bila cucu saya menjadi korban penganiayaan," ungkap MY setelah pemakaman di Sukabumi, Sabtu (20/5/2023) siang.

Cucunya mengatakan dianiaya oleh temannya di sekolah, setelah dokter menanyakan perihal rasa sakit yang dialami korban.

"Saat ditanya dokter juga awalnya tidak mengaku.

Namun akhirnya setelah ditanya sampai empat kali oleh dokter baru mengakui dipukuli temannya," ujar MY.

Dia menjelaskan informasi yang diterimanya, korban diduga dianiaya pada Senin (15/5/2023) dan Selasa (16/5/2023) pekan ini.

Pada Rabu (17/5/2023), cucunya masuk rumah sakit dan mendapatkan perawatan.

"Meninggal dunianya di rumah sakit pada Sabtu (20/5/2023)," jelas MY.

Polisi selidiki

Kepala Kepolisian Sektor Sukaraja Kompol Dedi Suryadi mengatakan, pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab meninggalnya bocah SD tersebut.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved