Jumat, 1 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Inilah Sosok Salsabila Syaira, Presenter yang Ramai Dibicarakan di Twitter

Inilah sosok Salsabila Syaira seorang presenter yang sedang banyak dibicarakan masyarakat.

Tayang: | Diperbarui:
Editor: rival al manaf
Youtube/MISSUNDERSTANDINGidn
Salsabila Syaira 

TRIBUNJATENG.COM - Inilah sosok Salsabila Syaira seorang presenter yang sedang banyak dibicarakan masyarakat.

Salsabila Syiara sendiri merupakan seorang host dan juga mahasiswa doktoral di Universitas Padjadjaran Bandung

Ia menyelesaikan gelar Sarjana dan Magister Ilmu Politik dan Pemerintahan di Universitas Padjajaran.

Baca juga: Potret Salsabila Syaira Wanita yang Diduga Rangkul Rocky Gerung di Konser Dewa-19, Bukan Sosok Biasa

Baca juga: Mantan Pimpinan KPK Gelar Aksi dan Laporkan Firli Bahuri ke Dewas

Baca juga: Saut Situmorang Mengaku Dimarahi Ketua Dewas KPK saat Laporkan Firli Bahuri

()
() (Youtube/MISSUNDERSTANDINGidn)

 

Dalam keterangan yang ia tulis di akun linkedin miliknya, ia pernah menjadi Pembantu Asisten Staf Khusus Presiden Bidang Keagamaan dalam Negeri saat usianya 23 tahun.

Ia masuk dalam tim komunikasi pada Juni 2018 hingga Desember 2019.

Dirinya juga menulis pernah bekerja sebagai reporter dan host di MNC Grup.

Kini Salsa menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Serikat Demokrasi Indonesia (SDI).

SDI sendiri adalah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan politik dan ekonomi kerakyatan.

Dirinya juga masuk di organisasi Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Jawa Barat.

Salsabila Syaira buka suara setelah namanya jadi perbicangan warganet di twitter beberapa hari lalu.

Mahasiswa doktoral Universitas Padjadjaran Bandung itu menyampaikan, seluruh informasi tentang dirinya yang beredar di twitter adalah tidak benar alias fitnah.

Salsabila Syaira mengungkapkan teleponnya disadap beberapa hari lalu.

Berikut pernyataan lengkapnya yang diperoleh Tribun-Timur.com Senin (29/5/2023):

Saya rasa ini waktu yang tepat saya menjawab pertanyaan-pertanyaan yang saya belum bisa jawab kemarin, karena saya fokus menyelesaikan yang lebih esensial.

Foto-foto yang tersebar dicomot di media sosial saya, ada foto yang bahkan bukan koleksi foto di hp saya, artinya selama ini saya telah jadi obyek penguntitan (diikuti oleh seseorang/sekelompok orang), sengaja disasar dan semua ini didesign.

Semua narasi yang ditweet oleh buzzer tersebut, tidak nyambung, fitnah dan bohong.

Untuk apa ini semua disiapkan? Saya tidak tahu. Tapi saya rasa ada upaya untuk menggunakan saya, dalam kepentingan berjuang di suatu lembaga, namun salah cara karena berbasis fitnah. Maka saya lawan dengan hak bicara saya ini.

Sudah 10 tahun saya berprofesi dalam dunia politik, ekologi politik nasional bukan sesuatu yang asing bagi saya, mentor saya banyak sekali tokoh-tokoh nasional, puluhan forum diskusi mengundang saya dari universitas, organisasi kemahasiswaan, parpol, kementerian, dengan tema-tema politik.

Saya sangat suka dengan kajian dan studi politik, mana mungkin saya tidak masuk dalam ekologi politik nasional, dan artinya juga mana mungkin saya tidak kenal siapa-siapa.

Saya punya banyak catatan pengalaman dalam urusan politik, karena studi saya dan bidang keahlian saya memang politik.

Saya rasa hanya karena saya perempuan, tidak boleh dong, saya jadi haram diskusi, komunikasi, interaksi dengan elit-elit/tokoh-tokoh politik nasional.

Saya idola banget sama Bu Mega, salah satu yang saya anggap pencapaian karir politik adalah menjadi presiden perempuan seperti bu Mega.

Sejak kecil itu saya demikian mimpinya.

Pergaulan saya dengan lintas partai juga sudah kenal banyak.

Jelang tahun pemilu 2024, saya ditawari 2 partai untuk melakukan pencalegan, bahkan ditawari tanpa biaya dan fokus kampanye saja sampai menang.

Tapi saya tolak, karena saya anggap menjadi pembelajar lebih penting sementara waktu.

Sekali lagi saya ingin mengabarkan kepada rekan-rekan media, bahwa saya sungguh bukan individu asing di ekologi politik nasional.

Saya berharap media bijaksana membuat berita, langkah awalnya adalah percaya bahwa itu adalah rekayasa, didesign untuk jadi kebenaran padahal basisnya adalah fitnah keji, kejam, dzalim.

Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada Mas Novel Baswedan kakak saya senior saya, yang mengoreksi sikapnya yang sempat percaya, ketika saya jelaskan, ia langsung mendukung saya.

Mas Novel sangat mengecam jalan perjuangan berbasis fitnah (bisa lihat tweet beliau di akun buzzer tersebut).

Komitmen itu Mas Novel tunjukan dengan dukungan statmen publiknya, bahkan beliau meminta maaf kepada saya karena keliru sempat percaya, sungguh itu kebaikan yang membesarkan hati saya untuk melawan buzzer jahat itu.

Saya juga ingin menjelaskan, selain saya menyimpulkan telah menjadi obyek penguntitan, sebelum fitnah ini keluar saya merasa HP saya disadap, whatsapp saya logout sendiri setelah sebelumnya bisa mengetik sendiri, nelepon sendiri.

Tapi saya gak melapor atau takut, karena tidak ada apa-apa yang bersifat rahasia negara di hp saya, saya hanya manusia biasa.

Saya berharap kita semua bisa belajar dari apa yang menimpa saya, bahwa wajib sekali jurnalis/masyarakat berhati-hati menerima informasi bodong yang dikeluarkan akun-akun tidak tervalidasi profile dan backgroundya.

Salam keadilan,
Salsabila Syaira.

(*)

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved