Minggu, 31 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

Bupati Demak Sepakat Akan Ajukan Grebeg Besar Ke Unesco

Pemkab Demak sepakat akan mengajuan pendaftaran keseluruhan rangkaian Grebeg Besar Demak ke UNESCO, sebagai warisan budaya leluhur

Tayang: | Diperbarui:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: Catur waskito Edy

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - Pemkab Demak sepakat akan mengajuan pendaftaran keseluruhan rangkaian Grebeg Besar Demak ke UNESCO, sebagai warisan budaya leluhur yang diakui dunia.

Kesepakan itu krluar ketika Pemkab Demak laksanakan Pisowanan kepada Sesepuh Kadilangu, Kabupaten Demak untuk membahas rangkaian awal Grebeg Besar Demak.

Bupati Demak Eisti'anah menyampaikan bahwa kegiatan ini, sebagai bentuk komunikasi antara pemerintah dengan sesepuh kadilangu, untuk membahas Grebeg besar yang akan dilakukan.

"rangkaian satu diantara grebek besar pesowanan besok ada pesowanan kebalik yang akan ke pemerintahan Kabupaten Demak," kata Bupati Demak, Selasa (6/6/2023).

Bagi Bupati, keberhasilan seluruh rangkaian Grebeg Besar Demak terikat erat akan sinergitas dan kolaborasi positif yang terjalin antara komponen Pemkab, Kasepuhan serta Warga Demak. 

Mbak Esti sapaan akrabnya juga doa restu dari berbagai pihak untuk mendukung kelancaran serta keberhasilan Grebeg Besar Demak yang nantinya mampu memberikan kemeriahan tampilan bagi warga Demak.

"Ini satu kesatuan dari kasepuhan kadilangu seperti jaman dahulu ketika raden sultan fatah dan kasunan kalijaga," ucapnya.

Ditambahkan olehnya, sebagai wujud kepedulian Pemkab Demak akan budaya leluhur Demak.

Disisi lain, Sesepuh Kadilangu,  Muhammad Cahyo Imam Santoso menyambut baik kedatangan dari Bupati Demak beserta jajarannya.

Ia menjelaskan sebelum melaksanakan Grebeg besar, meminta Bupati Demak untuk membawa minyak kepada para sesepuh guna dipakai sebagai tradisi abon-abon sebelum dilakukan penjamasan.

"Biasa grebek besar ada pesowanan dari bupati, kami bales kesana sambil mengundang beliau satu hari sebelum penjamasan ada acara abon abon. Dari solo bawa minyak dengan rombongan," ungkapnya.

Dia mengatakan bahwa tradisi seperti itu sudah sejaklama dilakukan.

"Nanti bupati seperti dulu bawa minyak nanti kami campur dengan minyak itu untuk menjamas pusaka itu," ungkapnya.

Sebagai informasi tambahan, Grebeg Besar Demak adalah perayaan yang dilakukan setahun sekali pada bulan Dzulhijah oleh masyarakat Muslim di Masjid Agung Demak. 

Bentuk kegiatannya adalah ziarah ke makam para sultan Kasultanan Demak dan ke makam Sunan Kalijaga. 

Pada malam hari menjelang tanggal 10 Dzulhijah, diadakan acara Tumpeng Sanga dan di Kadilangu diadakan Selamatan Ancakan. 

Pagi hari pada tanggal 10 Dzulhijah, masyarakat melaksanakan sholat Idul Adha di Masjid Agung Demak. 

Setelah itu, dilakukan ritual utama dalam Grebeg Besar Demak berupa penyucian benda pusaka yang disebut dengan uborampe. 

Grebeg Besar Demak digunakan sebagai upacara adat, hiburan, media komunikasi, penyatuan nilai-nilai kemasyarakatan dan objek pariwisata.

Grebeg Besar berasal dari dua kata Bahasa Jawa yaitu Grebeg dan Besar.

 Grebeg berarti suara angin yang menderu. Grebeg juga dapat diartikan sebagai pengiring atau perkumpulan. 

Sedangkan kata Besar merupakan nama bulan Dzulhijah dalam Bahasa Jawa. 

Sehingga Grebeg Besar bermakna yaitu perkumpulan masyarakat Muslim di bulan Dzulhijah. 

Perkumpulan ini dilakukan di Masjid Agung Demak.

Grebeg Besar dimulai dengan memasuki halaman Masjid Agung Demak, kemudian dilanjutkan menuju makam para sultan Kesultanan Demak dan makam Sunan Kalijaga di Demak. 

Para peziarah akan diberikan informasi tentang tata cara berziarah oleh pemandu dan diminta bersuci terlebih dahulu. 

Kegiatan ziarah dimulai pada tanggal 1 Zulhijah bada ashar. Pada malam hari diadakan pasar malam sebelum perayaan Idul Adha. (Ito)

Baca juga: Tahu Mau Ditangkap, Pelaku Curanmor asal Barusari Mranggen Demak Ini Menyerahkan Diri ke Polisi

Baca juga: Makin Sengit, Febby Carol Kakak Virgoun ke Inara Rusli: Jangan Sok Suci

Baca juga: Viral! Video Bocil Ngamuk Banting-Banting HP Karena Kalah Main Game Free Fire

Baca juga: Polda Jateng Ungkap Kasus TPPO saat SBMI Ragukan Kinerja Polri

 

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved