guru berkarya
Bercerita Lebih Menyenangkan dengan Shadow Puppet
Pendidikan merupakan salah satu proses yang dilakukan manusia secara sadar menuju kedewasaan baik mental, emosional, maupun intelektual.
Oleh: Safaatun, S.Pd.SD., Guru SD Negeri Larangan, Kec. Tambakromo, Kab. Pati
Pendidikan merupakan salah satu proses yang dilakukan manusia secara sadar menuju kedewasaan baik mental, emosional, maupun intelektual. Melalui pendidikan yang tanpa disadari akan terciptanya pertumbuhan dan perkembangan, peserta didik diharapkan mampu berperan aktif didalam suatu masyarakat ataupun bertanggung jawab atas dirinya agar pendidikan yang didapat tersosialisasikan. Oleh karena itu, suatu pendidikan memegang peranan yang sangat penting dalam kehidupan manusia, dengan adanya pendidikan dan ilmu pengetahuan seseorang akan mudah dalam berkomunikasi. Pembelajaran bahasa Indonesia merupakan salah satu pembelajaran wajib yang diajarkan di jenjang pendidikan mulai dari tingkat SD, SMP, dan SMA.
Pembelajaran bahasa Indonesia pada hakikatnya merupakan pengajaran keterampilan berbahasa (language skills). Pembelajaran bahasa Indonesia diajarkan agar peserta didik mampu mempelajari bahasa dengan baik dan benar sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia. Pada pembelajaran bahasa Indonesia terdapat empat aspek keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca dan menulis . Keempat aspek keterampilan tersebut merupakan satu kesatuan yang saling berhubungan dan saling mendukung dalam berkomunikasi. Dari keempat aspek keterampilan berbahasa tersebut, Untuk keterampilan berbicara lebih sering digunakan untuk melakukan interaksi dari pada keterampilan menulis. Bahasa menyerap masuk ke dalam pemikiran-pemikiran kita, menjembati hubungan kita dengan orang lain sehingga diperlukan pemakaian bahasa yang baiak untuk bisa berkomunikasi dengan baik pula (Utari & Armariena, 2018, : 357). Keterampilan berbicara merupakan salah satu aspek kebahasaan yang bersifat aktif dan produktif jika dibandingkan dengan keterampilan berbahasa lainnya. Berbicara tidak hanya sekedar menyampaikan gagasan lisan, tetapi yang Peningkatan Keterampilan Menceritakan…. (Suheni, Rita Arianti, Delia Putri) 295 lebih penting adalah bagaimana gagasan itu dapat dipahami oleh pendengar.
Dalam pokok Bahasan menceritakan kembali terutama cerita fabel untuk kelas 6 SD Negeri Larangan hasil belajarnya sangat rendah, jauh di bawah nilai KKM. Untuk itu untuk meningkatkan hasil belajar siswa terutama dalam materi menceritakan kembali cerita fabel, guru menggunakan media Shadow Puppet. Media Shadow Puppet adalah salah satu media pembelajaran yang digunakan dalam menceritakan teks fabel. Shadow Puppet adalah permainan yang dibuat dari karton dibentuk menjadi boneka, sehingga dalang memainkan boneka tersebut dengan teknik pedalangan. Teknik pedalangan sama halnya dengan dalang pada sebuah cerita, dimana seorang dalanglah yang menjadi penggerak dalam cerita yang akan ditampilkan. Begitu juga dengan Shadow Puppet, akan tetapi Shadow Puppet berbeda dengan wayang kulit tradisional, media ini lebih menekankan pada gerak bayang-bayang yang dipertunjukkan di depan layar. Dengan menggunakan Shadow Puppet sebagai media dalam pembelajaran diharapkan mampu memperbaiki nilai siswa yang awalnya rendah dengan menerapkan Shadow Puppet dalam pembelajaran menceritakan kembali teks fabel nilai siswa menjadi meningkat. Shadow Puppet atau boneka bayang-bayang adalah permainan dengan teknik pedalangan namun memiliki komponen yang berbeda dengan wayang kulit Peningkatan Keterampilan Menceritakan…. (Suheni, Rita Arianti, Delia Putri) 297 tradisional. Berikut ini contoh media Shadow Puppetyang digunakan guru dalam pembelajaran teks fabel. Gambar 1. Media Shadow Puppet Melalui Shadow Puppet sebagai media pembelajaran dalam bercerita fabel diharapkan siswa lebih aktif serta antusias dalam bercerita. Shadow Puppet memiliki keunggulan yakni Shadow Puppet memberikan kesan imajinatif sehingga siswa lebih termotivasi dalam bercerita khususnya menceritakan fabel. Saat ini guru belum menyadari akan kehadiran Shadow Puppet sebagai salah satu media dalam pembelajaran.
Penggunaan media Shadow Puppet pada siswa kelas 6 SD Negeri Larangan, Kecamatan Tambakromo, Kabupaten Pati, ternyata dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada materi menceritakan kembali. Bahkan siswa setiap ada pelajaran Bahasa Indonesia minta untuk menggunakan Shadow Puppet.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Safaatun-SPdSD-Guru-SD-Negeri-Larangan-Kec-Tambakromo-Kab-Patidfsggfd4d3.jpg)