Berita Artis
Tarra Budiman Sempat Bangkrut 120 Persen, Coba Peruntungan di Online
"Di 2020 awal itu kita drop sampai 120 persen, itu (untuk) offline. (Brand) gue tuh besar di Jakcloth, besar di store," kata Tarra Budiman.Untuk men
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
TRIBUNJATENG.COM - Bisnis clothing line yang dirintis Tarra Budiman sempat mengalami kerugian hingga 120 persen di awal pandemi.
Bisnis clothing line yang dinamai Shining Bright itu sudah ada sejak tahun 2012.
Namun karena pandemi dan terhentinya kegiatan pameran brand fashion di Jakarta, yaitu Jakarta Clothing Expo atau Jakcloth, bisnis Tarra Budiman terkena dampaknya.
"Di 2020 awal itu kita drop sampai 120 persen, itu (untuk) offline. (Brand) gue tuh besar di Jakcloth, besar di store," kata Tarra Budiman.
Untuk menyelamatkan bisnisnya, aktor berusia 35 tahun ini mau tidak mau belajar untuk beralih ke digital.
Berbekal pengetahuan dari teman-teman sesama pemilik brand fashion, Tarra akhirnya membawa Shining Bright masuk ke dunia digital.
"Dari situ gue akhirnya banyak belajar dari temen-temen gimana caranya gue survive, akhirnya gue belajar ke digital," ucap Tarra.
Bukan hanya dapat menjangkau pasar di seluruh Indonesia, menurut bapak satu anak ini, digital bisa membantu bisnisnya untuk tembus pasar internasional.
Tak mau lama-lama terpuruk, bisnis fashion Tarra Budiman akhirnya mulai mengalami perbaikan di pertengahan tahun 2020 berkat penjualan digital melaui e-commerce.
Apalagi, e-commerce Indonesia sering sekali memberikan promo melalui event di tanggal dan bulan kembar seperti 5.5 (5 Mei) atau 6.6 (6 Juni).
"Akhirnya yang membantu Shining bright tetap sustain dan akhirnya growth di pertengahan 2020 yaitu ketika kita masuk ke digital dengan e-commerce yang (ada event promo) 1.1, 2.2," pungkas Tarra.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/tarra-budiman_20171214_190255.jpg)