Berita Solo
Separah Apa Bengawan Solo Tercemar Ciu? Warga: Air Berubah Hitam Pekat, Kena Kulit Bikin Gatal
Namun yang lebih nampak menurut penuturan Purnomo adalah perubahan warna air sungai bengawan Solo yang menjadi hitam pekat
TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Musim kemarau datang, air Bengawan Solo tercemar limbah ciu.
Ini tentu mengkhawatirkan karena PDAM sampai menghentikan produksi air untuk suplai ke pelanggan.
Seberapa parah pencemaran tersebut?
Baca juga: Detik-detik Sebelum Budiati Ditemukan Tewas Peluk Bayi, Gunadi Melihatnya Menangis Melirik Suaminya
Baca juga: Nangis-nangis Bilang Menyesal, Emmy yang Bully Ameena Anak Aurel dan Atta Ngaku Cuma Iseng
Purnomo salah satu warga yang tinggal di tak jauh dari bibir Sungai Bengawan Solo di Semanggi.
Ia menceritakan kondisi air berubah saat limbah alkohol, termasuk ciu mencemari lingkungan di sana.
Kondisi tersebut tidak bisa diprediksi.
Namun Purnomo menambahkan pencemaran air Sungai Bengawan Solo terjadi saat musim kemarau.
Tepatnya, saat debit air mulai menyusut.
"Tidak bisa diprediksi, terparah itu sepengalaman saya yang kebetulan saya warga lokal sini," terang sosok yang juga bekerja sebagai petugas Intake Instalasi Pengolahan Air Minum (IPA) PDAM Solo itu saat dihubungi via telepon, Jumat (16/6/2023).
"Warga lokal pinggir Bengawan Solo itu di saat Bengawan akan cenderung turun terus itu nanti limbah itu akan semakin parah," tambahnya.
Purnomo melanjutkan, pencemaran oleh limbah ciu biasanya terdapat sejumlah tanda-tanda seperti bau alkohol yang terkadang tercium.
Namun yang lebih nampak menurut penuturan Purnomo adalah perubahan warna air sungai yang menjadi hitam pekat.
"Bau (alkohol) tidak terlalu, tapi yang pasti air berubah hitam pekat," tambah Dia.
Selain itu, Purnomo mengatakan tetangganya yang sering memancing di sungai Bengawan Solo setiap malam lebih paham saat limbah ciu mencemari air.
Menurut penuturan Purnomo, air sungai akan berubah menghangat dan akan membuat gatal bila tersentuh kulit.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kondisi-air-Sungai-Bengawan-Solo-yang-tercemar-limbah-ciu.jpg)