Berita Semarang
Momen Haru Akhirusanah SD Islam Hidayatullah Semarang, Tampilkan Kenangan Selama 6 Tahun
Momen haru SD Islam Hidayatullah Semarang saat menggelar akhirusanah angkatan ke-28, Sabtu (17/6/2023).
Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - SD Islam Hidayatullah Semarang menggelar akhirusanah angkatan ke-28, Sabtu (17/6/2023).
Sebanyak 112 siswa diwisuda.
Suasana akhirusanah berlangsung meriah dengan hiburan pentas seni yang ditampilkan oleh siswa dan siswi SD Islam Hidayatullah Semarang.
Baca juga: Bunda PAUD Kota Pekalongan Kawal Transisi PAUD-SD Menyenangkan
Tak hanya itu, penanyangan movie yang menampilkan kenangan para siswa mulai duduk di bangku kelas 1 hingga kelas 6 pun membuat haru.
Terdapat pula persembahan puisi dan lagu dari para guru SD Islam Hidayatullah.
Persembahan tersebut menjadi momen paling mengharukan karena mengingatkan perjuangan anak hebat dari awal kelas 1 hingga kelas 6.
Kepala SD Islam Hidayatullah Semarang, Robiah Peni Raharjanti menyampakkam, kegiatan akhirusanah tahun ini memiliki tema Generasi Tertib Ibadah dan Berakhlak Karimah.
"Harapannya, anak-anak angkatan 28 benar-benar menjadi generasi khoiru ummah yang nantinya memiliki ibadah yang tertib dan akhlak yang baik," ucapnya, dalam rilis tertulis, Selasa (20/6/2023).
Dia berpesan agar siswa bersyukur atas kelulisan ini dan berterima kasih kepasa orang tua dan guru mereka.
Pihaknya juga mengapresiasi para siswa yang sudah berjuang dan berusaha terap menegakkan salat fardu.
"Tetap terus percaya diri dan tidak mudah menyerah menghadapi tantangan di masa depan, selalu berbakti pada orang tua, dan menjaga sikap yang santun," pesannya.
Baca juga: 4 Siswa SD dan SMP Bunuh ODGJ, Bupati Lebak: Sudah Tidak Memiliki Jiwa Kemanusiaan
Dia pun memberikan ucapan terima kasih pada orang tua atas kepercayaannya menitipkan putra dan putrinya di SD Islam Hidayatullah dan menjadi partner yang baik dalam membersamai pendidikan dan tumbuh kembang anak-anak.
Perwakilan orang tua siswa, Fajar Adi Pamungkas menyampaikan, dalam menyekolahkan anak memang harus ada dua sinergi, dua arah, baik antara orang tua dan guru.
"Dari keduanya, jika dapat bekerjasama dengan baik, dia yakin akan mencetak generasi penerus yang saleh dan salihah," ungkapnya. (eyf)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Siswa-SD-Islam-Hidayatullah-Semarang-mengikuti-akhirusanah-angkatan-ke-28.jpg)