Berita Ungaran
Waspada Penyebaran Virus Rabies, Pemkab Semarang Siapkan Vaksin dan Gencar Sosialisasi
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berupaya mencegah adanya penyebaran virus rabies dari hewan ke manusia.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang berupaya mencegah adanya penyebaran virus rabies dari hewan ke manusia.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Semarang, Dwi Syaiful Noor Hidayat menyampaikan bahwa wilayah Bumi Serasi saat ini masih bebas dari kasus rabies tersebut.
“Tidak ada temuan kasus penyakit rabies di Kabupaten Semarang sampai saat ini,” kata dia, Minggu (25/6/2023).
Baca juga: Disnakeswan Jateng Siapkan 5.000 Dosis Vaksin Rabies
Meskipun demikian, Syaiful mengatakan bahwa pihaknya akan terus mensosialisasikan bahaya dan berbagai gejala yang timbul yang diakibatkan dari penyakit itu.
Sosialisasi yang dilakukan sendiri melalui puskesmas, kader-kader posyandu, serta masyarakat umum dengan menyampaikan cara pencegahannya.
“Kami harap masyarakat akan lebih waspada ketika melihat hewan dengan ciri-ciri terkena virus rabies, misalnya menjadi lebih agresif, keluar air liur banyak di mulut, hingga posisi kaki belakang menekuk, dan nafsu makan berkurang," imbuh dia.
Dinkes Kabupaten Semarang sendiri juga bekerjasama dengan Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang.
Hal itu karena menurut Syaiful, selain pencegahan dan pengobatan rabies terhadap manusia, perlu juga adanya langkah antisipasi pada hewan yang menjadi wewenang Dispertanikap.
Jadi jika Dinkes menangani orangnya maka Dispertanikap akan menangani hewannya.
Ketika masyarakat melihat hewan peliharan seperti anjing, kucing, dan monyet memiliki ciri-ciri seperti itu maka bisa langsung melaporkan ke Dispertanikap,” tambah Syaiful.
Dia juga membeberkan, jumlah vaksin anti rabies bagi manusia tersedia dalam jumlah aman.
Sehingga, apabila terdapat warga yang terkena gigitan atau cakaran hewan-hewan tersebut bisa datang ke Kantor Dinkes Kabupaten Semarang, Puskesmas Ungaran dan Puskesmas Bergas.
Sementara itu, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kabupaten Semarang, dr Endah Indriati Wurjaningrum menambahkan, pihaknya menerapkan sistem SKDL atau Sistem Kewaspadaan Diri dan Respon guna penanganan kasus atau pencegahan dini terhadap virus rabies tersebut.
Baca juga: Vaksinasi Rabies di Kudus Membludak, Tembus 270 Pendaftar
Dia memberikan ciri-ciri dan gejala orang yang terkena virus rabies.
"Jadi kalau bicara gejala-gelaja virus rabies itu sudah menyebar ke seluruh tubuh seseorang yang disinyalir tergigit hewan seperti anjing, kucing, atau monyet yang terjangkit rabies maka orang itu akan mengalami demam, cemas, hingga muncul hidrophobia yakni takut dengan air dan cahaya.
Gejala ini akan muncul antara waktu lima sampai 30 hari setelah orang tersebut terkena gigitan hewan yang terjangkit virus rabies," ungkap dr Endah. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/vaksinasi-rabies-di-brebes.jpg)