Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Potret Burung Derkuku Emerald Dove, Warnanya Eksotis, Belum Banyak Dilirik Peternak

Jenis burung derkuku satu ini beda dengan jenis lainya. Meski tak memiliki suara indah, namun corak warnanya selalu memikat pecintanya.

|
Penulis: budi susanto | Editor: rival al manaf

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Jenis burung derkuku satu ini beda dengan jenis lainya.

Meski tak memiliki suara indah, namun corak warnanya selalu memikat pecintanya.

Burung derkuku satu ini merupakan jenis emerald dove atau punai tanah.

Beberapa penghobi burung juga sering menyebut punai tanah dengan nama burung derkuku lumut.

Baca juga: Inilah Sosok Striker Liga Inggris yang Diincar Jose Mourinho untuk Perkuat AS Roma, Timnya Degradasi

Baca juga: Mbak Ita Akan Evaluasi Tidak Terpenuhinya Kuota Siswa di SD Negeri

Sebutan tersebut lantaran burung derkuku satu ini punya bulu berwarna hijau menyerupai lumut.

Warna bulu pada burung derkuku punai tanah itu sangat kontras dengan derkuku pada umunya, yang dominan berwarna coklat.

Derkuku punai tanah juga jarang dijumpai di wilayah Jateng.

Diterangkan Agus satu di antara penghobi burung di Kota Semarang, punai tanah populer di kalangan penghobi burung eksotis.

Namun bagi pecinta burung kicau atau kicau mania, punai tanah tak begitu dikenal.

Kondisi itu membuat harga punai tanah masih terjangkau bahkan tergolong murah.

“Kalau harga tak sampai Rp 100 ribu sudah dapat satu ekor,” paparnya,  Rabu (28/6/2023).

Agus mengatakan meski harga pasaran terjangkau, namun punai tanah susah dicari dipasaran.

Ia mengatakan hal tersebut lantaran punai tanah tak se-familier dibandingkan perkutut maupun burung anggungan lainya.

“Selain warna hijau, ada pembeda lainya dengan derkuku biasa. Punai tanah punya paruh merah dan garis putih di atas mata,” jelasnya.

Agus memprediksi, ke depan punai tanah bakal populer di kalangan pecinta burung.

Hal tersebut lantaran punai tanah jarang ditemui dan diternak.

Untuk itu, Agus mencoba menyilangkan punai tanah dengan derkuku biasa.

Melalui kawin silang tersebut, ia berharap muncul punai tanah jenis baru yang memiliki suara merdu.

“Hasil kawin silang yang saya lakukan tinggal menunggu telurnya,” imbuhnya.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved