Jumat, 24 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kudus

RS Mardi Rahayu Kudus Siapkan 21 Tenaga Pendamping Orang Sakit, September Siap Digunakan

Rumah Sakit Mardi Rahayu Kabupaten Kudus kembali menyiapkan 21 tenaga pendamping orang sakit (Napos).

Penulis: Saiful Ma sum | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG/SAIFUL MA'SUM
RS Mardi Rahayu melaksanakan program pelatihan tenaga pendamping orang sakit (Napos) yang diikuti 21 peserta, Sabtu (1/7/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, KUDUS - Rumah Sakit Mardi Rahayu Kabupaten Kudus kembali menyiapkan 21 tenaga pendamping orang sakit (Napos). Mereka dilatih menjadi tenaga profesional selama dua bulan hingga akhir Agustus tanpa biaya apapun. Setelah itu, 21 Napos tersebut bisa menjalankan tugas sesuai bidangnya mulai awal September 2023. 

Direktur Utama RS Mardi Rahayu, dokter Pujianto mengatakan, pelatihan tenaga pendamping orang sakit tahun ini ketiga kalinya dilakukan dalam rangka mendukung beberapa pelayanan unggulan rumah sakit. 

Kata dia, sudah ada belasan tenaga Napos lulusan pelatihan angkata 1 dan 2 yang sudah tersalurkan ke dunia kerja. 

Pihaknya kembali mengadakan pelatihan yang sama untuk mencetak Napos profesional guna membantu kebutuhan masyarakat yang membutuhkan.

"Pelatihan tenaga pendamping orang sakit tahun ini kami perpanjang dari dua pekan menjadi dua bulan, supaya lebih terampil," terangnya, Sabtu (1/7/2023).

Pujianto menyampaikan program pelatihan Napos ini diharapkan dapat menyediakan lapangan pekerjaan baru di Kabupaten Kudus. Mereka dilatih secara teori dan praktik langsung dalam membantu kebutuhan sehari-hari pasien, sebelum diterjunkan ke lapangan. 

Saat ini, lanjut dia, Napos disiapkan untuk membantu pasien stroke menjalani kegiatan sehari-hari. Akan tetapi, ke depannya Napos bakal disiapkan membantu pasien berbagai kategori, seperti pasien lansia, pasien patah tulang, dan beberapa kategori pasien lain yang membutuhkan bantuan. 

"Hasil pelatihan ini, tenaga pendamping orang sakit baru siap pada September mendatang," ujarnya.

Pujianto menyebut, peserta pelatihan tidak hanya diikuti oleh masyarakat Kabupaten Kudus saja. Namun juga diikuti warga Semarang, Demak, dan Jepara baik laki-laki maupun perempuan.

Setelah pelatihan selesai, pihak rumah sakit memfasilitasi tenaga Napos dengan menawarkannya ke pasien. 

Tarif yang dipatok pun cukup ekonomis dengan beberapa pilihan. Misalnya, tarif harian berkisar antara Rp 125.000 - Rp 250.000 dengan menyesuaikan jam bekerja. Tarif mingguan berkisar Rp 650.000 - Rp 750.000, sedangkan tarif bulanan mulai dari Rp 2,5 juta - Rp 3 juta.

"Tarif-tarif ini menyesuaikan permintaan. Kalau diminta untuk menginap, tarifnya lebih mahal. Kalau harian, besaran tarif tergantung pada jam bekerja," ujarnya. 

Pujianto menambahkan, program pelatihan tenaga pendamping orang sakit ini dalam rangka mengembangkan layanan unggulan rumah sakit pilihan utama di Jawa Tengah. 

Kata dia, RS Mardi Rahayu selama ini menjadi pusat penanganan kecelakaan. Kini tengah memgembangkan layanan penanganan stroke terintegrasi sebagai layanan unggulannya. Mengingat stroke adalah penyebab kematian terbanyak di Indonesia.

Pujianto menjelaskan, penanganan stroke terintegrasi di RS Mardi Rahayu dimulai dari sebelum masuk rumah sakit dalam bentuk layanan ambulans jemputan gratis. 

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved