MotoGP
Yamaha dan Honda Merana di Kelas Utama MotoGP, Ini Kata Bos Ducati
Pabrikan Honda dan Yamaha sedang mengalami masa sulit di MotoGP. Pembalap yang menunggangi mesin tersebut masih berjuang
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Pabrikan Honda dan Yamaha sedang mengalami masa sulit di MotoGP.
Pembalap yang menunggangi mesin tersebut masih berjuang keras untuk sekedar finish di 10 besar.
Direktur olahraga Ducati Corse, Paolo Ciabatti, tak segan menunjukkan kesalahan Honda dan Yamaha yang kini sedang merana di pentas kelas utama MotoGP.
Tidak bisa dipungkiri bahwa Honda dan Yamaha yang notabene tim dengan tradisi apik di ajang MotoGP sedang mengalami kesulitan hingga seri kedelapan musim 2023 berakhir.
Dua parbrikan asal Jepang itu tidak bisa berbuat banyak ketika Ducati dengan rider andalan mereka Francesco Bagnaia tampil menggila di atas motor Desmosedici GP.
Diawali dari Repsol Honda yang merupakan tim berlabel juara yang saat ini harus terpuruk meski memiliki dua rider hebat yakni Marc Marquez dan Joan Mir.
Warga Banten Yang Sakit Lutut dan Pinggul Wajib Membaca Ini!
Recommended by
Bagaimana tidak? dengan kinerja motor RC213V yang masih jauh dari harapan membuat Marquez dan Mir belum menorehkan hasil yang semestinya sebagai seorang juara dunia.
Mir yang merupakan juara dunia musim 2020 baru menjalani satu balapan bersama Honda yakni pada seri pembuka di Portugal dengan hasil finis di posisi ke-11.
Setelah itu, pembalap asal Spanyol tersebut harus menepi karena menjalani masa pemulihan cedera dan belum tahu kapan akan mengaspal lagi.
Nasib tidak kalah ngenes juga dialami Marquez yang bahkan belum menorehkan satu poin pun dalam sesi balapan utama pada MotoGP 2023 ini.
Ya, pembalap berjuluk Baby Alien tersebut tampak frustrasi mencari sentuhan terbaiknya saat menggeber RC213V, berbagai kecelakaan pun harus dialaminya.
Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi di kubu Yamaha yang kini hanya bertumpu kepada Fabio Quartararo dan Franco Morbidelli.
Situasi tim berlogo garpu tala tersebut kian pelik mengingat pada musim ini mereka tampil tanpa adanya tim satelit.
Tak ayal, kondisi ini membuat Yamaha mengalami keterbatasan dalam mencari data guna mengembangkan motor YZR-M1 milik mereka.
Dengan rentetan hasil kurang apik ini membuat Dorna Sports selaku pihak penyelenggara MotoGP mulai berpikir untuk memberikan status konsesi kepada dua tim tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Pebalap-Repsol-Honda-Marc-Marquez-menabrak-pebalap-bagian-belakang-Enea-Bastianini.jpg)