Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Populer Hari Ini

5 Berita Populer: Grendasebah Legenda Merpati Balap Mati hingga Mahar Putri Petani Rp 5,5 M

5 Berita Populer: Grendasebah Legenda Merpati Balap Mati hingga Mahar Putri Petani Rp 5,5 M

Penulis: Awaliyah P | Editor: galih permadi
Istimewa
5 Berita Populer: Grendasebah Legenda Merpati Balap Mati hingga Mahar Putri Petani Rp 5,5 M 

Yakni uang tunai Rp 1 miliar dan rumah bertingkar senilai Rp 4,5 miliar,

Itu masih belum emas dan barang-barang lainnya.

Lantas bagaimana kisah cinta mereka yang viral?

Baca juga: Turah Santai Minum di Warung Usai Mutilasi Orang, Kebengisannya Buat Warga Klaten Takut Keluar Rumah


Baca Selengkapnya



Adik Kandung Komjen Pol Agus Andrianto: Penyesalan Paling Mendalam Belum Bahagiakan Sang Ibu



Adik bungsu Jenderal Agus Andrianto, Agus Oni Setiawan, saat ditemui tribunmuria.com di rumah kakak pertama mereka Sri Sudarno di Kelurahan Tempelan, Kec/Kab. Blora, Rabu (28/6/2023).
Adik bungsu Jenderal Agus Andrianto, Agus Oni Setiawan, saat ditemui tribunmuria.com di rumah kakak pertama mereka Sri Sudarno di Kelurahan Tempelan, Kec/Kab. Blora, Rabu (28/6/2023).((TRIBUN JATENG/ AHMAD MUSTAKIM))

TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Cerita adik kandung Komjen Pol Agus Andrianto, polisi asli Blora yang kini ditunjuk menjadi Wakapolri adalah belum sempat membahagiakan ibu kandungnya yang bernama Sri Sudaryati.

Ibu dari jenderal polisi bintang tiga itu telah berpulang saat Andri sapaan masa kecil Komjen Agus Andrianto masih menjalani pendidikan tingkat satu di Akademi Kepolisian pada tahun 1986 lalu.

Cerita itu disampaikan langsung oleh adik bungsu Jenderal Agus Andrianto, Agus Oni Setiawan, saat ditemui tribunmuria.com di rumah kakak pertama mereka Sri Sudarno, Rabu (28/6/2023).

Baca juga: Agar Jemaah Haji Tak Terlantar Lagi, Komisi VIII Ingatkan Kemenag Jelang Lempar Jumrah

Baca juga: Indahnya Toleransi, Teras Gereja di Pati Digunakan untuk Salat Idul Adha


Baca Selengkapnya



Wawancara Khusus Kasus Inses Purwokerto : Mengapa Bertahun-tahun Anak dan Istri Pelaku Bungkam?



Konferensi pers Polresta Banyumas terkait kasus pembunuhan 7 bayi hasil inses bapak dan anak yang dikubur di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/6/2023).
Konferensi pers Polresta Banyumas terkait kasus pembunuhan 7 bayi hasil inses bapak dan anak yang dikubur di RT 1 RW 4 Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Selasa (27/6/2023).(TribunJateng.com/Permata Putra Sejati)

TRIBUNJATENG.COM, PURWOKERTO -- Kasus pembunuhan 7 bayi hasil inses bapak dan anak di Banyumas menghebohkan negeri ini.

Masyarakat dan netizen bertanya bagaimana hal ini bisa terjadi, mengapa sampai 7 bayi baru ketahuan.

Selama bertahun-tahun apakah tetangga pelaku tidak mengetahui kejahatan itu, dan sebagainya.

Video Wawancara Khusus by Zoom, dengan host Febby Mahendra Putra Direktur Pemberitaan Tribun Network, mengupas tuntas kasus tersebut dengan narasumber Kapolresta Banyumas Kombes Pol Edy Suranta Sitepu.

Video ini telah tayang di Tribun Jateng, dan kali ini disajikan kepada pembaca Tribunjateng.com serta koran cetak Tribun Jateng yang disadur oleh reporter Permata Putra Sejati.


Baca Selengkapnya


(*)

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved