Berita Ungaran
Heboh! Anak-Anak Nekat Bermain di Tepi Jurang Yang Longsor Tanpa Pengawasan Orang Tua di Ungaran
Sejumlah anak-anak nekat bermain di tepi jurang lokasi bencana longsor sekitar 60 meter di Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Penulis: Reza Gustav Pradana | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG.COM, UNGARAN - Kawasan sekitar Jalan Arjuna, Desa Kalongan, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang yang ambles atau longsor ke jurang sedalam sekitar 60 meter kini kerap dimanfaatkan warga untuk bersantai serta bermain terutama saat sore hari.
Satu di antara contohnya ketika sejumlah anak-anak bermain layang-layang, bahkan berdiri di jalan atau aspal yang hampir ambles, Selasa (4/7/2023) sore.
Hal itu terjadi karena jalan tersebut telah ditutup total karena sepanjang lebih dari 50 meter aspal di sana telah jatuh ke jurang, sehingga tidak ada kendaraan melintas dan suasana menjadi sepi.
Baca juga: Rekam Jejak CV Tri Lestari Pengelola Tambang Galian C yang Longsor dan Tewaskan Sopir di Pati
Menanggapi hal tersebut, Kepala Desa Kalongan, Yarmuji, meminta warga untuk berhati-hati dan tidak mendekati tepi jurang.
“Karena tanahnya yang terus bergerak sehingga membahayakan.
Saya mengimbau kepada warga dan anak-anak di lingkungan tanah longsor tersebut agar tidak bermain dan beraktivitas di sana karena sangat membahayakan.
Imbauan ini saya sampaikan kepada masyarakat di Dusun Bandungan dan Desa Kalongan khususnya,” tegas Yarmuji, Rabu (5/7/2023).
Dari pantauan beberapa waktu lalu, tampak juga beberapa anak yang bermain latto-latto sambil berjalan menyusuri tepi jurang.
Sesekali, beberapa orangtua mereka pun datang untuk melarang mereka bermain di sana.
Seorang warga Desa Leyangan, Ungaran Timur, Kiki (30) mendatangi lokasi tersebut karena penasaran.
“Kalau lihat di grup-grup WhatsApp atau media sosial, pemandangannya bagus jadi tertarik ke sini untuk bersantai sore hari,” ujarnya.

Meskipun demikian, dia mengaku tidak berani mendekat ke tepi jurang.
Sebagai informasi, Jalan Arjuna merupakan satu di antara akses penghubung antara Ungaran (Kabupaten Semarang) dengan Mranggen (Kabupaten Demak).
Akses tersebut terputus seusai sejumlah titik jalan itu secara perlahan ambles dan jatuh ke jurang yang dimulai pada Februari 2022 lalu.
Agar kendaraan tetap bisa mengakses kedua wilayah itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Semarang akhirnya mempersiapkan jalur alternatif di Jalan Bima di Dusun Kajangan sebagai pengalihan arus kendaraan.
Upayanya yaitu dengan melakukan perbaikan, pelebaran serta pengaspalan jalur alternatif tersebut.
Bupati Semarang, Ngesti Nugraha mengatakan, total dana yang digelontorkan untuk membangun jalur alternatif itu sebanyak kurang lebih Rp 2,8 miliar.
Kini, Jalan Bima sudah diaspal dan telah dilewati kendaraan sebagai akses utama.
Tidak menutup kemungkinan, lanjut orang nomor wahid di Kabupaten Semarang tersebut, nantinya jalur alternatif di Jalan Bima akan menjadi jalan utama mengingat kondisi longsor di Jalan Arjuna yang tergolong parah serta tanahnya yang terus bergerak.
Baca juga: BREAKING NEWS : Tambang di Sukolilo Pati Longsor, Dump Truk Terguling dan Tertimpa Batu
“Jalannya kita alihkan karena (tanahnya) masih bergerak sampai saat ini,” ungkapnya.
Dia menerangkan, pihaknya belum dapat memperbaiki lokasi longsor itu karena kondisi tanahnya.
“Sehingga (jalur alternatif) ini sangat mendesak sekali, agar lalu lintas bisa berjalan lagi,” pungkasnya. (*)
Guru Matematika Jadi Pengajar Agama: Ironi Kekurangan Tenaga Pendidik di Kabupaten Semarang |
![]() |
---|
Tak Hanya Subsidi, Pemkab Semarang Siapkan Strategi Jangka Panjang Selamatkan Petani Tembakau |
![]() |
---|
227 Murid Dapat Makan Bergizi Gratis, Wiji Rahayu Bersyukur SLB Negeri Ungaran Ikut Diperhatikan |
![]() |
---|
Kisah Ariyanto Ikhlas Tak Ambil Kelebihan Bayar PBB, Meski Pemkab Semarang Membatalkan Kenaikan |
![]() |
---|
"Alhamdulillah Beban Ortu Berkurang", Respons Pedagang Kopi Usai Bupati Ngesti Batalkan Kenaikan PBB |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.