Berita Nasional
Kejagung Periksa Petinggi Antam Terkait Kasus Dugaan Korupsi Komoditi Emas
Kejagung memeriksa sembilan saksi. Saksi yang diperiksa mayoritas berasal dari unsur pejabat dan mantan pejabat PT Antam, Tbk.
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menangani perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010-2022.
Kejagung memeriksa sembilan saksi.
Saksi yang diperiksa mayoritas berasal dari unsur pejabat dan mantan pejabat PT Antam, Tbk.
Baca juga: Pungli Rutan KPK Terungkap Gara-gara Kasus Asusila Istri Tahanan Korupsi
Salah satunya Direktur Keuangan PT Antam, Tbk berinisial ES.
“(Saksi yang diperiksa) ES selaku Direktur Keuangan PT Antam, Tbk,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Ketut Sumedana dalam keterangannya, Selasa (4/7/2023).
Selain itu, saksi lainnya adalah AY selaku Senior Manager Operation PT Antam, Tbk. periode 2018-2023; TH selaku Senior Manager Operation PT Antam, Tbk. periode 2010-2012; M selaku Senior Manager Operation PT Antam, Tbk. periode 2013-2014.
Kemudian, AMD selaku Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur periode 2015-2016; SE selaku Kepala Bidang (Kabid) Pengawasan Pelayanan Perizinan Terpadu (P2T) Dinas Penanaman Modal Provinsi Jawa Timur periode 2015-2016.
Lalu, DK selaku Kepala Seksi (Kasi) Pengawasan dan Konsultasi Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Surabaya periode 2019; WK selaku Account Representative Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Surabaya periode 2019.
Terakhir, YY selaku Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Surabaya Gubeng periode tahun 2015.
Ketut menegaskan pemeriksaan saksi dilakukan untuk memperkuat pembuktian dan melengkapi pemberkasan dari perkara yang sedang didalami.
“Kesembilan orang saksi diperiksa terkait penyidikan perkara dugaan tindak pidana korupsi pada pengelolaan kegiatan usaha komoditi emas tahun 2010 sampai dengan 2022,” ucapnya.
Adapun kasus dugaan korupsi komoditi emas pada tahun 2010-2022 tersebut telah naik ke tahap penyidikan sejak tanggal 10 Mei 2023.
Kejagung juga terus memeriksa sejumlah saksi sejak kasus itu naik ke tahap penyidikan.
Menteri Koordinator Bidang Politik, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD sebelumnya menyebut perkembangan kasus dugaan penggelapan uang melalui modus impor emas di Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Soekarno Hatta itu sudah mendekati ke tahap penetapan tersangka.
Sebab, kata Mahfud, Kejagung sudah punya cukup dua alat bukti dan sudah melakukan penggeledahan serta penyitaan dalam perkara itu.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/gerai-emas-antam-di-bandung.jpg)