Kasus Inses di Purwokerto
Soal Kasus Inses di Banyumas, KPAI Soroti Peran BKKBN, Dinsos hingga Kemenag
Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus inses memang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
Penulis: Permata Putra Sejati | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COPM, PURWOKERTO -- Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) menyebut kasus inses memang terjadi di beberapa daerah di Indonesia.
Komisioner KPAI, Dian Sasmita mengatakan secara umum kehamilan anak hingga aborsi sangat memprihatinkan.
Ia mengatakan faktor utamanya adalah di pola pengasuhan dalam keluarga.
"Edukasi pengasuhan sangat penting apalagi kalau orangtua tunggal yang salah satunya terpisah.
Kita soroti adalah fungsi lembaga layanan seperti bagaimana peran bina keluarga BKKBN, Kemenag, Dinsos jadi apakah sudah menjangkau akan hal itu," katanya kepada Tribunbanyumas.com, Rabu (5/7).
Menurutnya kasus-kasus inses terjadi bukan di keluarga bahagia tapi keluarga yang rentan.
Sebelumnya sempat diberitakan polisi dibantu warga kembali mencari satu lagi kerangka bayi korban pembunuhan hasil inses bapak dan anak di Kelurahan Tanjung, Kecamatan Purwokerto Selatan, Kabupaten Banyumas, Jumat (30/6).
Sebelumnya kerangka kelima ditemukan, pada Senin (26/6), dan kerangka keenam ditemukan, pada Rabu (28/6).
Saat ditemukan, kerangka-kerangka tersebut sudah tidak utuh lagi dan tinggal serpihan-serpihan kecil.
Kapolsek Purwokerto Selatan, Kompol Puji Nurohman mengatakan, kerangka keenam ditemukan di kedalaman 30 sentimenter dan masih berada di lokasi yang sama dengan temuan kerangka-kerangka sebelumnya.
"Yang ke-6 ditemukan dibungkus kain merah dan seperti serpihan. Setelah ini (kerangka) akan langsung dibawa ke RS Margono Soekarjo, Purwokerto," kata Puji kepada Tribun Jateng, Jumat.
Puji mengatakan, dengan penemuan enam kerangka, kini tersisa satu lagi kerangka bayi hasil inses yang belum ditemukan.
Sebelumnya, tersangka Rudi (57) menyatakan telah mengubur tujuh kerangka bayi hasil inses dengan anak kandungnya sendiri.
Puji mengatakan, polisi akan terus melakukan penggalian lagi dan memastikan tempat Rudi menguburkan bayi anaknya tersebut.
Dari keterangan sejumlah warga sebelumnya lahan itu merupakan kolam ikan dan ada sebanyak tiga kolam. Kemudian lokasi-lokasi yang menjadi temuan kerangka bayi, berada di pinggir kolam.
"Ada tiga kolam, itu kemarin yang ditemukan kerangka di pinggiran kolam," ujar S, warga sekitar yang tidak mau disebutkan identitasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Konferensi-pers-Polresta-Banyumas-terkait-kasus-pembunuhan-7-bayi-hasil-inses-bapak-dan-anak.jpg)