Senin, 27 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Pemilu 2024

Bukan PDIP Seperti Gibran, Kaesang Anak Jokowi Diprediksi Gabung Partai Ini

Putra bungsu Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep diperkirakan tidak akan mengikuti jejak kakaknya Gibran Rakabuming yang menjadi kader PDIP

Editor: Muhammad Olies
Twitter/@kaesang_id
Heboh Video Kaesang Pangarep Siap Jadi Depok Pertama, Calon Walikota Depok? 

TRIBUNJATENG.COM - Putra bungsu Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kaesang Pangarep diperkirakan tidak akan mengikuti jejak kakaknya Gibran Rakabuming yang menjadi kader PDIP.

Kaesang yang jadi pembicaraan dalam beberapa pekan terakhir karena berminat nyalon Wali Kota Depok ini diprediksi justru akan menjadi kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI).

Prediksi ini disampaikan Direktur Eksekutif Institute for Democracy and Strategic Affairs (Indostrategic) Ahmad Khoirul Umam.

Menurut Umam, hal ini tak lepas dari gencarnya PSI beberapa waktu belakangan mengusulkan Kaesang sebagai Calon Wali Kota Depok pada Pilkada 2024. Apalagi, Presiden Jokowi juga dinilai memberikan perhatian besar bagi PSI.

"Tegasnya sikap dan posisi Kaesang di PSI, tampaknya juga menegaskan bahwa PSI mendapatkan perhatian lebih dari Jokowi," kata Umam kepada Kompas.com, Kamis (6/7/2023).

"Jika Jokowi semakin yakin pada kekuatan PSI, maka tidak menutup kemungkinan Kaesang akhirnya akan berlabuh ke PSI," sambung dia.

Baca juga: Diusung PSI Maju Pilwakot Depok, Kekayaan Kaesang Pangarep Melebihi Jokowi

Baca juga: Kaesang Ingin Terjun ke Dunia Politik? Padahal Pernah Bilang Tak Mau Jadi Pejabat karena Gaji Kecil

Umam berpendapat, Jokowi tahu persis langkah-langkah politik yang dilakukan Kaesang kepada PSI. Dengan demikian, menurut dia, bisa dikatakan bahwa Jokowi turut memberi restu politik bagi Kaesang.

"Di satu sisi, dinamika ini seolah kembali menegaskan asumsi lama bahwa sebenarnya ada problem dalam relasi antara Jokowi dengan PDI-P," ujar dia.

"Memang reaksi PDI-P terhadap Jokowi atau Kaesang sendiri belum begitu tampak, namun kemarahan PDI-P terhadap PSI sendiri belakangan semakin terasa," tambahnya.

Hal ini terlihat ketika PDI-P enggan menanggapi ketika ditanya soal Kaesang yang ingin maju Calon Wali Kota Depok dan diusung PSI.

PDI-P juga lantas menyinggung bahwa pembicaraan Pilkada masih akan dilakukan setelah Pemilu 2024 selesai.

"Problemnya, secara elektoral, langkah politik, strategi dan inovasi PSI ini dianggap secara perlahan menggerus basis pemilih loyal Jokowi yang seharunya berlabuh ke PDI-P, secara perlahan akan berbelok ke PSI. Karena itu, sikap sewot PDI-P terhadap PSI belakangan ini bisa dipahami," tutur dia.

Di sisi lain, Kaesang dinilai sudah mengetahui bahwa PDI-P memiliki aturan dan etika politik yang mewajibkan anggota keluarga kader PDI-P harus berpolitik dari partai yang sama.

Menurut Umam, aturan itu tampaknya ditujukan oleh PDI-P untuk mengokohkan akar, loyalitas dan juga menguatkan kaderisasi internal partainya.

"Karena itu, menimbang Kaesang adalah putra Jokowi yang notabene petugas partai PDI-P, maka langkah Kaesang yang belakangan justru tampak lebih dekat dengan PSI dan seolah menghindari adanya ruang komunikasi politik dengan PDI-P, merupakan wujud sikap mengacuhkan sekaligus pembangkangan terhadap aturan main berpolitik di PDI-P yang ia ketahui," papar Umam.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved