Berita Blora
Anggaran Makan Minum DPRD Blora Miliaran, Padahal Jarang Ngantor: Yang Makan Jin?
Fraksi Demokrat Hanura menyoroti penggunaan anggaran makan minum yang mencapai miliaran rupiah untuk anggota DPRD padahal jarang berkantor.
Penulis: ahmad mustakim | Editor: m nur huda
TRIBUNJATENG.COM, BLORA – Masih terdapat masyarakat Blora yang menggunakan fasilitas kesehatan di luar kota.
Hal itu menjadi salah satu catatan dari tujuh poin oleh fraksi Demokrat Hanura saat mengemukakan pandangan umum mereka terhadap Raperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun Anggaran 2022.
Fraksi gabungan dua partai tersebut juga berharap anggaran pembangunan infrastruktur Blora mampu dianggarkan 25 persen dari APBD.
Selain itu, juga sebut pemeliharaan gedung DPRD Blora 2022 fiktif.
Juru bicara fraksi Demokrat Hanura, HM Warsit mengungkapkan, Pemkab Blora dituntut untuk segera memperbaiki fasilitas kesehatan yang ada di Blora.
Menurutnya, fasilitas kesehatan setempat masih kalah dengan kabupaten atau kota sebelah.
‘’Tenaga medis dan fasilitas layanan kesehatannya harus dibenahi. Kami mendapati masyarakat Blora apalagi yang daerah perbatasan seperti Cepu, masyarakatnya malah menggunakan fasilitas kesehatan di Bojonegoro,’’ ungkap Warsit saat rapat paripurna di DPRD Blora, Senin (3/7/2023) lalu.
Terkait infrastruktur, pihaknya juga berharap pemkab Blora mampu menganggarkan setidaknya 25 persen dari APBD untuk pembangunan infrastruktur jalan untuk 2023 ini.
‘’Kami harap benar-benar mencapai 25 persen supaya lebih maksimal. Ini nantinya untuk peningkatan infrastruktur jalan, jembatan hingga penerangan jalan,’’ terang Warsit.
Tidak hanya itu, fraksi Demokrat Hanura juga menyebut pekerjaan pemeliharaan Gedung DPRD fiktif.
Bahkan, pihaknya kecewa dan meminta aparat penegak hukum (APH) untuk menindaklanjutinya karena tidak ada sama sekali pemeliharaan gedung (DPRD) pembangunan di 2022 lalu.
Warsit juga mempertanyakan, kemana lari anggaran tersebut.
‘’Kami juga sampaikan kekecewaan terkait pemeliharaan gedung yang digunakan ini. Sampai-sampai bau WC sangat harum," ungkap Warsit.
"Selain itu, penganggaran mengenai makan minum yang bermilyar-milyar itu larinya kemana? Harus dijelaskan dan sesuai sasaran. Padahal anggota DPRD jarang di kantor sedangkan anggaran selalu habis. Apakah yang makan jin atau setan?’’ tandas Warsit.
Sementara itu, Bupati Blora Arief Rohman mengatakan, dirinya setuju dengan beberapa pandangan yang dikemukakan oleh fraksi tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Juru-bicara-Fraksi-Demokrat-Hanura-HM-Warsit-dalam-agenda-pandangan-umum-fraks.jpg)