Berita Video
Video Tips Menanam Mamey Sapote Hasil Cangkokan, Kepadatan Tanah Jadi Kuncinya
Penamaman Mamey Sapote atau sawo raksasa ternyata tak boleh sembarangan. Apalagi bibit Mamey Sapote hasil cangkokan.
Penulis: budi susanto | Editor: Tim Video Editor
TRIBUNAJATENG.COM, SEMARANG - Berikut ini video Tips Menanam Mamey Sapote Hasil Cangkokak, Kepadatan Tanah Jadi Kuncinya
Penamaman Mamey Sapote atau sawo raksasa ternyata tak boleh sembarangan.
Apalagi bibit Mamey Sapote hasil cangkokan.
Bibit tersebut tak bisa langsung ditanam di tanah.
Pasalnya, akar bibit hasil cangkokan belum begitu kuat.
Menurut, Adi Mungkas (28) seorang petani muda asal Mijen Kota Semarang.
Bibit Mamey Sapote hasil cangkokan harus ditempatkan di polybag.
Setalah 2-3 bulan bibit Mamey Sapote cangkokan baru bisa ditanam di tanah.
“Media di polybag untuk Mamey Sapote cangkokan seperti biasa, berupa tanah, sekam dan pupuk organik,” ucapnya Adi pembudidaya Mamey Sapote itu, Senin (10/7/2023).
Meski media tanam di polybag seperti biasa, namun ada tips khusus agar Mamey Sapote bisa tumbuh.
Adi mengatakan, media tanam pada polybag harus dipadatkan.
Kepadatan media tanam menjadi kunci bibit Mamey Sapote tumbuh.
“Polybag diisi media tanam separuh, lalu bibit Mamey Sapote cangkokan dimasukkan dan diisi mendua tanam lagi,” paparnya.
Selain dipadatkan, Adi juga menggunakan tali plastik untuk mengikat bibit Mamey Sapote dengan polibag.
Tujuannya agar bibit tersebut menyatu kuat dengan media tanam.
“Melalui cara itu, 80 persen bibit Mamey Sapote cangkokan bisa hidup dan bisa ditanam di tanam di tanah langsung,” tambahnya.