Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga 1 BRI

Kasus Pungli Wasit Liga 1 Terbukti, PSSI Akan Bawa ke Ranah Hukum

Kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi kepada wasit Liga 1 2023-2024 akan dibawa ke ranah hukum.

Tayang:
Editor: raka f pujangga
IST
Realisasi Asuransi Wasit, Erick Thohir Buktikan Transformasi Terwujud 

TRIBUNJATENG.COM – Kasus pungutan liar (pungli) yang terjadi kepada wasit Liga 1 2023-2024 akan dibawa ke ranah hukum.

Federasi Sepak Bola Indonesia PSSI menyikapi serius adanya isu kasus pungli wasit tersebut.

Pungli tersebut dilakukan untuk meloloskan wasit yang tidak lulus dalam ujian.

Baca juga: PSSI Diminta Bentuk Tim Pencari Fakta Terkait Dugaan Pungli Seleksi Wasit Lga 1 2023-2024

Isu pungli wasit sendiri dikabarkan terjadi saat proses seleksi untuk memimpin pertandingan di Liga 1 2023/2024 pada 15-16 Juni 2023.

Menurut Save Our Soccer, hal tersebut menjadi masalah besar yang harus segera diselesaikan oleh PSSI.

Bahkan, PSSI harus segera membentuk Tim Pencari Fakta untuk menyelesaikan kasus tersebut.

Citra buruk wasit ini tentu saja akan merusak PSSI.

Terlebih saat ini publik sedang memberikan kepercayaan penuh kepada PSSI di bawah komando Erick Thohir.

“Ketua Komite Wasit PSSI harus melakukan evaluasi segera atas buruknya kinerja wasit sekaligus melaporkan kepada Ketua Umum PSSI.”

“Kasus pungli dalam seleksi wasit harus dituntaskan secepatnya.”

“Wibawa Ketua Umum PSSI dipertaruhkan bila terjadi pembiaran,” kata Koordinator Save Our Soccer, Akmal Marhali.

Seleksi wasit sejatinya dipimpin langsung dua instruktur dari Jepang yakni Yoshimi Ogawa dan Toshiyugi Nagi hasil kerja sama dengan Japan Football Association (JFA).

Tapi, untuk teknis di lapangan peran lebih banyak diberikan kepada instruktur lokal yang dipimpin Purwanto sebagai Koordinator dengan anggota Alil Rineggo, Jajat Sudrajat, Agus Haryono, Riswanda, Ayi Daud Dakhiri, Fakhrizal Kahar dab Nurwahid.

Dalam proses seleksi ada sejumlah oknum yang memintakan uang dalam jumlah tertentu sebagai ongkos agar bisa dikatrol untuk lolos.

Tes sendiri terdiri dari tiga kategori yakni Tes Fisik (bobot nilai 60), Tes Law of The Games (LOTG) (bobot nilai 20) dan Tes Video (bobot nilai 20).

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved