Berita Semarang
Kisah Karyawati Judi Togel di Semarang Barat, Digaji Lebih Tinggi dari UMR
Sekilas ruko yang berlamat di Jalan Puspowarno Raya, Semarang Barat nampak seperti biasa.
Penulis: hermawan Endra | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Sekilas ruko yang berlamat di Jalan Puspowarno Raya, Semarang Barat nampak seperti biasa.
Tirai anyaman bambu menutupi hampir seluruh pintu masuk kios.
Dulunya kios tersebut digunakan sebagai klinik pijat tuna netra Asiva namun kini disulap menjadi roko togel. Lokasinya berada persis di jalan raya, atau orang setempat menyebutnya daerah Sumur Umum.
Ketika memasuki bagian dalam, sebuah meja panjang tertata rapi beserta beberapa kursi. Terlihat seorang wanita muda duduk menyambut tamu yang masuk.
Tembok-tembok bagian dalam kios banyak dihiasi poster berupa angka-angka.
“Silakan mas, mau pasang angka berapa ?,” kata Wanita tersebut, sebut saja Putri.
Putri mengaku sudah satu bulan lebih menempati kios tersebut. Sebelumnya ia bekerja sebagai penjaga lapak kios togel dekat dengan rumahnya di daerah Tanah Emas, Kota Semarang.
“Sebenarnya mau nyari karyawan orang dekat sini. Tapi karena tidak ada akhirnya saya diminta pindah ke sini. Dari rumah jam sebelas mulai buka jam setengah dua belas siang,” imbuhnya.
Dalam sehari ia mendapatkan upah Rp 150 ribu. Uang tersebut bisa diambil harian atau mingguan.
Dalam sebulan ia mengaku bisa mendapatkan penghasilan Rp4,5 juta.
Besaran tersebut jauh di atas UMR daerahnya yang hanya Rp 3,06 juta.
Menurut penuturan Putri, kadang ia juga mendapat tips dari customer yang berhasil menang, berupa uang maupun sebungkus rokok.
Suaminya saat ini bekerja merantau di Jakarta.
Ia mengaku di daerah Semarang Barat ada banyak sekali lapak-lapak penjual togel.
Bahkan sepengetahuannya, bos tempat ia bekerja memiliki sepuluh kios yang tersebar di beberapa lokasi di Semarang.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Lapak-judi-togel-di-Jalan-Gedung-Batu-Utara-V-Semarang-Ba.jpg)