Selasa, 21 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Jawa Tengah

Tidak Pernah Beres! Alasan Perbaikan Jalan Solo-Purwodadi Diambil Alih Pusat

Perbaikan jalan Solo-Purwodadi sepanjang 8,7 kilometer kali ini dilakukan secara menyeluruh dengan ketebalan cor mencapai 35 sentimeter.

Editor: deni setiawan
HUMAS JATENG
Presiden Jokowi meninjau kondisi ruas Jalan Solo-Gemolong- Purwodadi, Kabupaten Sragen, Minggu (23/7/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SRAGEN - Kondisi jalan Solo-Purwodadi yang tak pernah beres alias selalu rusak menjadi alasan Pemerintah Pusat mengambil alih perbaikannya dari Pemprov Jateng.

Presiden Jokowi pun berkisah semasa masih aktif sebagai pengusaha furniture.

Dia kerapkali melintasi jalan tersebut dan secara nyata bahkan hingga saat ini tak pernah beres.

Karenanya dalam kesempatan tersebut pihak pusat mengambil alih secara keseluruhan proyek perbaikan jalan tersebut agar mulus dalam jangka panjang.

Baca juga: Presiden Jokowi Memuji Kondisi Jalan di Jateng

Presiden Joko Widodo (Jokowi) diajak Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengecek langsung rekonstruksi Jalan Solo-Purwodadi, tepatnya di ruas Perempatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, pada Minggu (23/7/2023) sekira pukul 10.10.

Jokowi mengatakan, proses perbaikan jalan tersebut sudah berjalan sejak awal 2023 dan ditargetkan selesai pada akhir tahun ini.

"Minggu-minggu diajak Gubernur (Ganjar Pranowo) lihat lapangan," kata Jokowi.

Jalan yang tak pernah beres

Jokowi mengatakan, Jalan Solo-Purwodadi tak pernah dalam kondisi mantap sejak dilewatinya setiap hari menuju pabriknya di kawasan Kalijambe, Sragen, saat masih menjadi pengusaha muda.

Karena itu, perbaikan jalan yang notabene milik Provinsi Jateng itu kini diambil alih oleh pusat.

Dia pun memastikan, perbaikan jalan sepanjang 8,7 kilometer kali ini dilakukan secara menyeluruh dengan ketebalan cor mencapai 35 sentimeter.

Meski perbaikan jalan ini memakan biaya sebesar Rp 97,4 miliar, namun Jokowi menilai konstruksinya akan bertahan lama, bahkan lebih dari 10 tahun.

Baca juga: Alasan Jokowi Ambilalih Perbaikan Jalan Solo-Purwodadi dari Provinsi: Nggak Pernah Beres

"Pakai aspal hampir tidak ada dua tahun akan rusak lagi."

"Ini jangka panjang."

"Mungkin kalau dilihat jangka pendek mahal, tapi kalau jangka panjang lebih murah, apalagi pada jalan-jalan yang tanahnya labil, yang (tanahnya) stabil tidak perlu sampai dicor seperti ini," ujar Jokowi.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved