guru berkarya
Mudahnya Belajar Operasi Hitung Bilangan Bulat dengan Media Kartu
Permasalahan umum yang sering terjadi di sekolah adalah rendahnya hasil belajar mata pelajaran matematika.
Oleh: Kamto Margono, S,Pd., Guru SDN 06 Kendalsari Kec.Petarukan Kab.Pemalang
Permasalahan umum yang sering terjadi di sekolah adalah rendahnya hasil belajar mata pelajaran matematika.. Siswa sering kesulitan memahami pelajaran matematika. Kegagalan siswa dalam memahami materi, bisa disebabkan banyak faktor, mulai dari siswa, guru maupun materi pembelajarannya. Sebagaimana diketahui perkembangan kognitif pada usia peserta didik Sekolah Dasar yang berkisar 6 atau 7 tahun sampai dengan 12 tahun berada pada tahap operasional konkret. Perilaku kognitif pada tahap ini adalah kemampuan dalam proses berpikir untuk mengoperasikan kaidah-kaidah logika walau masih terikat dengan objek yang bersifat konkret.
Padahal matematika merupakan ilmu deduktif dan abstrak sehingga terdapat kesenjangan dalam pembelajaran.Untuk mengatasi hal tersebut, guru berinisiatif membuat media pembelajaran sederhana berupa kartu positif negatif. Media kartu positif negatif ini akan memudahkan siswa dalam memahami konsep operasi hitung bilangan bulat. Media hendaknya dapat dimanipulasi, dapat dilihat, dapat didengar dan dibaca. Apapun batasan yang diberikan, ada persamaan di antara batasan tersebut. Yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima. Media kartu yang dikemas dalam bentuk permainan edukatif diharapkan dapat menjadikan proses belajar lebih menarik. Peserta didik terlibat aktif dalam kegiatan pembelajaran (Erlina Budihartanti, 2011:43). Kartu positif negatif ini terbuat dari kertas karton dengan ukuran 4cm
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Kamto-Margono-SPd-Guru-SDN-06-Kendalsari-KecPetarukan-KabPemalanggfd3f2s.jpg)