Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Ini Potensi dan Tantangan Rantai Supply Produksi Sektor Migas di Indonesia

Indonesia yang tercatat memiliki 128 cekungan minyak dan gas bumi (migas), terdapat potensi untuk meningkatkan cadangan migas.

Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: muh radlis
IST
Tangkap layar - Pelatihan Media 2023, kolaborasi antara Pamerindo Indonesia, ASPERMIGAS, dan didukung oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM RI, yang digelar secara virtual baru-baru ini. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Indonesia yang tercatat memiliki 128 cekungan minyak dan gas bumi (migas), terdapat potensi untuk meningkatkan cadangan migas.

Sekretaris Jenderal Aspermigas, Elan Biantoro mengatakan, dari total cekungan migas itu baru sekitar belasan saja yang menjadi cekungan produktif. Sedangkan saat ini cadangan minyak bumi tersisa 4,17 miliar barel. 


Kegiatan eksplorasi menemukan cadangan baru perlu dipacu, namun menurutnya masih banyak ditemui kendala yang kompleks.


"Kendalanya banyak sekali, mengingat Indonesia adalah negara kepulauan dengan berbagai macam kondisi medan operasional yang juga heterogen.


Saat ini kita sudah mulai shifting, bagaimana minyak kita sudah mulai decline dan peranan gas menjadi masih bertahan cukup baik serta gas menjadi sangat dibutuhkan di Indonesia. Namun kendalanya adalah bahwa supply and demand kita tidak terlalu mudah untuk dijalankan," kata Elan saat kegiatan Pelatihan Media 2023, kolaborasi antara Pamerindo Indonesia, ASPERMIGAS, dan didukung oleh Ditjen Migas Kementerian ESDM RI, yang digelar secara virtual baru-baru ini.


Pada pelatihan bertema "Gas Alam dan Hydrogen Potensi, Bisnis Proses dan Outlook" itu, Elan dalam sambutannya juga menjelaskan bahwa kebutuhan-kebutuhan gas di Indonesia lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian Barat yaitu di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, bahkan sebagian di Sumatera.


Adapun sumber-sumber gas yang cukup besar ada di Indonesia bagian Tengah sampai Indonesia bagian Timur, di mana kegiatan industri atau kegiatan yang membutuhkan suplai energi gas sebenarnya belum terlalu besar.


Namun karena dari wilayah Timur ke Barat ini mencapai jarak yang cukup jauh, sehingga problemnya adalah bagaimana men-delivery gas-gas tersebut ke area yang membutuhkan industri.


Ia lantas menyebutkan, wilayah Indonesia bagian Timur sendiri memiliki beberapa potensi yang besar yang sudah terbukti yaitu di Papua dengan tanggulnya dan juga ada Genting Oil. Kemudian ada pula cadangan besar di Masela.


Namun, cadangan yang banyak terkonsentrasi di Indonesia bagi Timur, dijelaskan, serapannya belum terlalu bagus. Sehingga gas-gas yang sudah diproduksikan di Indonesia Timur kemungkinan sebagian besar diekspor seperti ke China, Jepang, dan Korea.


"Beberapa di Indonesia bagian Barat ada juga yang ekspor melalui pipa ke Singapura dan Malaysia. Sebetulnya, gas sebagai bahan bakar energi, lebih baik kita gunakan sebagai ekonomi driver yang digunakan untuk suplai energi untuk kehidupan industri maupun ekonomi di Indonesia," ungkapnya.


Elan menyebutkan, pemerintah sebetulnya sudah mengarah kepada hal tersebut. Namun kendalanya adalah masalah kompleksitas dalam memanage industri gas yang tidak mudah.


"Me-manage satu industri gas itu tidak simpel dan kompleksitasnya tinggi mulai dari aspek subsurface memproduksikan dari hulu, kemudian memprosesnya menjadi gas yang siap pakai, memisahkan kandungan impurities atau kotorannya, kemudian menyiapkan gas tersebut siap jual," terangnya.


Kemudian, juga dibutuhkan sarana pipa. Hal itu mengingat gas berbeda dengan fluida cair, di mana tidak bisa ditampung dengan mudah dan harus disimpan di bejana yang khusus dengan kondisi suhu dan tekanan yang khusus serta isolasinya harus benar-benar rapat.


Juga tidak bisa disimpan secara lama. Yakni harus langsung dialirkan kepada pengguna dan oleh pengguna harus bisa dimanfaatkan untuk langsung dijadikan sumber energi.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved