Berita Viral
Lengkap Isi Perkataan Rocky Gerung yang Dinilai Hina Jokowi, Hasto: Secara Sadar Menghasut Publik
Lalu, apa sih perkataan Rocky Gerung yang dinilai kasar, apalagi dilontarkan pada kepala negara itu?
TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Pengamat politik Rocky Gerung dalam sebuah video mengeluarkan pernyataan yang dianggap menghina Presiden Joko Eidodo (Jokowi).
Tentu saja pernyataan tersebut memicu keramaian.
Berikut isi pernyataan Rocky Gerung.
Baca juga: Sosok Pemilik Toko Emas GS yang Manipulasi Kadar Emas, Salahkan Pelanggan dan Bantah Melarikan Diri
Baca juga: Meet N Eat Resto & Spacebar Rooms Inc Semarang Hadirkan Korean Food Festival
PDI Perjuangan (PDIP) akan meminta Badan Bantuan Hukum untuk menyiapkan opsi gugatan terhadap Rocky Gerung atas berbagai pernyataannya yang selama ini.
Apalagi, terbaru Rocky Gerung secara terbuka melontarkan cacian dan umpatan yang kurang pantas didengar publik, yang diarahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Lalu, apa sih perkataan Rocky Gerung yang dinilai kasar, apalagi dilontarkan pada kepala negara itu?
Berikut transkripnya. Kata-kata yang tak pantas sudah disensor.
Begitu Jokowi kehilangan kekuasaannya, dia jadi rakyat biasa, nggak ada yang peduli nanti. Tetapi, ambisi Jokowi adalah mempertahankan legasinya. Dia mesti pergi ke China buat nawarin IKN. Dia mesti mondar-mandir dari satu koalisi ke koalisi yang lain untuk mencari kejelasan nasibnya. Dia memikirkan nasibnya sendiri. Dia nggak mikirin nasib kita.
Itu b******* yang t****. Kalau dia b******* pintar, dia mau terima berdebat dengan Jumhur Hidayat. Tapi b******* t**** itu sekaligus b******* yang pengecut. Ajaib, b******* tapi pengecut.
Menurut Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto, perkataan yang dilontarkan Rocky Gerung semakin hari semakin tidak mencerminkan intelektualitasnya dengan pernyataannya yang sembarangan.
“Pak Jokowi tidak hanya Presiden RI. Beliau adalah kader kami. Partai berdiri di depan jika ada yang merendahkan harkat dan martabat presiden," tegas Hasto kepada wartawan, Senin (31/7/2023).
PDI Perjuangan, kata Hasto, pernyataan Rocky Gerung di hadapan kelompok buruh, khususnya mengenai berbagai keputusan pemerintahan (eksekutif dan legislatif) Presiden Jokowi, sebagai hal tak benar, dan cenderung hanya berupaya memprovokasi untuk adu domba.
"Mengingatkan kami akan politik devide et impera yang dahulu dipakai oleh Penjajah," ucap Hasto.
Faktanya, lanjut dia, Presiden Jokowi dan pemerintahannya selalu mengedepankan dialog dan berjuang meningkatkan produktivitas buruh dan kesejahteraan buruh.
"Kesemuanya ditempatkan dalam koridor kemajuan bangsa, negara, dan kesejahteraan bersama seluruh rakyat Indonesia," sambung Hasto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Rocky-devide-et-impera.jpg)