Berita Slawi
Bupati Tegal Tantang Plt Kepala DPUPR Terapkan Zona Integritas, Wilayah Bebas dari Korupsi
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal, diharapkan mampu menerapkan zona
Penulis: Desta Leila Kartika | Editor: muh radlis
TRIBUNJATENG.COM, SLAWI – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Tegal, diharapkan mampu menerapkan zona integritas sebagai institusi yang bersih dan terbebas dari praktik korupsi dan gratifikasi.
Pernyataan ini mengemuka saat berlangsung serah terima jabatan Kepala DPUPR Kabupaten Tegal Hery Suhartono, kepada Sekretaris DPUPR Kabupaten Tegal Teguh Dwijanto Rahardjo yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas (Plt) beberapa waktu lalu.
Bertempat di aula kantor dinas setempat, Bupati Tegal Umi Azizah, menyampaikan ucapan terima kasih atas dedikasi dan pengabdian Hery selama menjalankan tugasnya sebagai aparatur sipil negara, hingga memasuki masa purnanya tanggal 30 Juni 2023 lalu.
Hubungan kerja yang baik dengan Hery selama menjalankan tugas pemerintahan, pembangunan dan pelayanan ke masyarakat dinilai Umi sangat membantu dalam memberikan masukan dalam perumusan kebijakan, dan pengambilan keputusan di bidang pekerjaan umum dan penataan ruang.
“Ini membantu saya dalam merumuskan mengambil keputusan terkait PUPR yang dinamis, serta tantangan yang saya rasa juga tidak mudah,” kata Umi, dalam rilis yang diterima Tribunjateng.com, Selasa (15/8/2023).
Terlebih, lanjut Umi, situasi pandemi Covid-19 memaksa setiap lembaga pemerintahan kala itu melakukan refokusing anggaran untuk menangani bencana kemanusiaan.
Dampaknya, program unggulan jalan bebas lubang di Kabupaten Tegal tidak mencapai target.
Sehingga kondisi jalan mantap yang semula trend-nya terus naik, sempat menuruh di angka 79,37 persen tahun 2022 lalu.
“Mudah-mudahan tahun ini naiknya banyak setelah sebagian jalan rusak di wilayah timur dan pantai utara diperbaiki,” harap Umi.
Dinamika lain juga terjadi saat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melalui monitoring center for prevention merekomendasikan konsolidasi pengadaan barang dan jasa oleh DPUPR.
Atas kebijakan ini, Umi menuturkan pihaknya sempat didemo.
Tak terkecuali, pengadaan barang dan jasa melalui e-katalog.
“Memang kalau mau mengubah, apalagi itu kultur ya berat tantangannya.
Tapi kita harus bisa, kita tidak boleh kalah oleh siapapun yang tidak mau mengikuti aturan main.
Tugas kita adalah menghadirkan bangunan infrastruktur yang kokoh, berkualitas dan tahan lama,” tegas Bupati Umi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Bupati-Tegal-Umi-Azizah-ketiga-dari-kiri-didampingi-Sekretaris-Dae.jpg)