Selasa, 2 Juni 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Demak

PKK Solowire Demak Sulap Limbah Plastik Jadi Pakaian Karnaval Bernilai Rupiah Tinggi

PPK Desa Solowiri, Kecamatan Kebongagung, Kabupaten Demak, ubah limbah plastik menjadi pakaian karnaval.

Tayang:
Penulis: Tito Isna Utama | Editor: raka f pujangga
TRIBUNJATENG/TITO ISNA UTAMA.
BAJU KARNAVAL LIMBAH PLASTIK - Mustainah saat ditemui mengikuti lomba Kreanova di Pendopo Kabupaten Demak dalam waktu dekat ini. 

TRIBUNJATENG.COM, DEMAK - PPK Desa Solowiri, Kecamatan Kebongagung, Kabupaten Demak, ubah limbah plastik menjadi pakaian karnaval hingga mendapatkan keuntungan yang lumayan.

Warga Desa Solowire, Kecamatan Kebunagung, Mustainah menceritakan bahwa awal mula bisa mendapatkan ide membuat pakaian karnaval dari limbah plastik itu dari melihat tumpukan limbah plastik yang cukup banyak pada tahun 2017.

Banyak tumpukan sampah plastik kata Mustainah, mencoba untuk memanfaatkan limbah tersebut.

Baca juga: Inilah Daftar Desa Pemenang Lomba Krenova Limbah Plastik Demak 2023

Awal mencoba-coba akhirnya Mustainah bersama anggota PKK Solowiri bersih mengolah limbah plastik menjadi pakaian karnaval yang memiliki nilai jual.

Akhirnya PKK Solowire menjual hasil kreasi limbah plastik ke khalayak umum.

"Ini yang buat PKK Solowire. Sudah lumayan lama, mulai  tahun 2017 -2018 sekalian jualan kalau ada pesanan," kata Mustainah kepada Tribunjateng, Selasa (22/8/2023).

Dia menjelaskan untuk stel pakaian karnaval beserta topi untuk anak kecil hanya dihargai Rp 150 ribu saja.

Untuk satu stel pakaian orang dewasa lanjut kata dia, dihargai Rp 250 ribu saja.

"Ini dijual untuk karnaval, untuk ukuran kecil Rp 100 ribu, ukuran besar seperti princes itu Rp 200 ribu, kalau topi saja kecil Rp 20 ribu, hiasanya banyak beda lagi Rp 50 ribu," ungkapnya.

Ia mengatakan bahwa ketika kegiatan Karnaval kemerdekaan dalam waktu dekat ini, dirinya kebanjiran banyak orderan yang ingin memakai hasil olahan limbah plastik dari PKK Solowire.

"Alhamdhulilah kemarin pas Karnavalan hari kemerdekaan bisa laku sampai 16 setel, untungnya bisa buat uang saku anak ke pondok," ucapnya.

Ia menambahkan bahwa peminat baju karnaval dari plastik ini bisa terjual di luar Kabupaten Demak, dengan pemasaran menggunakan media sosial.

"Pesen banyak ada yang dari jepara, purwodadi, kecamatan guntur, jualan lewat FB," ungkapnya.

Sementara untuk pembuataan satu baju karnaval dari plastik kata dia, harus membutuhkan waktu sekiranya satu sampai dua minggu.

"Satu pakaian dibuat memakan waktu satu minggu, soalnya teliti juga kan harus pakai lem tembak, besar sama," ucapnya.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved