Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Liga BRI 1

Sosok Wasit Aidil Azmi, Beri 2 Kartu Merah & 2 Hukuman Penalti ke PSIS, Ini Daftar Kontroversialnya

Inilah sosok wasit Aidil Izmi yang memberikan dua kartu merah pada pemain PSIS dan dua hadiah penalti pada Persib Bandung sehingga PSIS kalah dramatis

|
youtube
wasit Aidil Izmi 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG -- Inilah sosok wasit Aidil Izmi yang memberikan dua kartu merah pada pemain PSIS dan dua hadiah penalti pada Persib Bandung sehingga PSIS kalah dramatis karena bermain hanya dengan 9 pemain.

Meski kubu PSIS melalui CEO PSIS Yoyok Sukawi tidak mau ambil pusing menanggapi terkait keputusan wasit yang memberikan dua kartu merah kepada PSIS dan dua hukuman penalti tersebut.

"Terkait keputusan wasit tidak komentar karena sudah ada penilai wasit. Justru kami mengapresiasi para pemain PSIS yang tetap bermain baik walaupun dua pemain kartu merah dan memiliki daya juang yang tinggi di lapangan," elak Yoyok Sukawi.

Kepemimpinan wasit Aidil Azmi menjadi sorotan suporter PSIS atas kartu merah untuk pemain PSIS, Luthfi Kamal dan Adi Satryo (kiper).

Tak hanya itu, Aidil Azmi juga memberikan hukuman dua penalti untuk PSIS.

Akibatnya Persib Bandung meraih kemenangan dengan cara yang aneh saat berhadapan dengan PSIS Semarang. Meskipun Persib pulang membawa tiga poin berkat skor 2-1.

Namun, cara menang Persib pada pertandingan di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (20/8/2023), diluar dugaan dan terkesan aneh.

Pada laga itu, kemenangan ditentukan lewat tendangan penalti Marc Klok di menit 90+2 dari lima menit injury time yang diberikan wasit.

Sebelumnya, penalti Klok pula yang membuat Indonesia unggul 1-0 di menit 24.

PSIS menyamakan kedudukan di menit 57 lewat pemain aktif Gali Freitas.

Gawang Persib yang dijaga Fitrul Dwi Rustapa dibobol Gali Freitas saat PSIS bermain dengan 10 penggawa.

Gelandang tim Mahesa Jenar, Luthfi Kamal, dikartu merah wasir Aidil Azmi di menit 43. Luthfi mendapat kartu kuning kedua sehingga harus meninggalkan arena.

Setelah justru kebobolan saat lawan bermain dengan 10 penggawa, Persib hampir saja mapu berat kalau hasil akhir hanya 1-1. Apalagi, PSIS juga kerap mengancam gawang Persib termasuk bola yang membentur tiang.

Terlebih lagi, PSIS bermain hanya dengan sembilan penggawa di menit 77. Wasit mengusir kiper Andi Satryo dengan kartu merah langsung setelah melakukan pelanggaran keras kepada Arsan Makarin.

Siku Andi membuat kepala Arsan bocor saat dia keluar kotak 16 untuk menyongsong bola. Setelah Arsan menendang bola, Andi langsung menghajarnya.

Di pengujung laga, wasit memberikan Persib hadiah istimewa penalti kedua. Klok yang maju lagi menjadi eksekutor melaksanakan eksekusi dengan cara sama kepada kiper yang berbeda.

Persib menang 2-1 setelah pada tiga laga sebelumnya bersama pelatih Bojan Hodak, Persib imbang dua kali dan sekali kalah.

Hasil imbang didapat saat menjamu Bali United dan Barito Putera. Sedangkan kekalahan terjadi di kandang Persis Solo.

Lalu siapa sosok Aidil Azmi?

Aidil Azmi asal Banda Aceh, Propinsi Aceh masuk dalam jajaran 18 wasit yang telah dinyatakan lolos seleksi dan layak memimpin Liga 1 selama musim 2023/2024. 

Dikutip dari pssi.org, Kamis (23/06/2023), seleksi telah digelar pada 15 dan 16 Juni 2023 dengan diikuti sebanyak 161 wasit Liga 1 dan Liga 2, Dua asisten wasit FIFA, serta Satu wasit AFC Elite Referee. 

Selama ini kepemimpinan wasit Aidil Azmi tak terlepas dari kontroversial.

Sebelumnya saat memimpin Liga 3 antara PSAP Sigli dan Aceh United Jumat (18/8/2017) lalu. Wasit Aidil Azmi dikejar dan dipukuli pemain.

Saat itu, pemain PSAP mengejar dan memukuli wasit yang memimpin pertandingan Liga 3 Musim 2017 Wilayah Aceh antara PSAP melawan Aceh United di Stadion H Dimurthala, Lampineueng, Banda Aceh, Jumat (18/8/2017).

Laga tersebut terpaksa ditunda setelah terjadinya keributan pada menit ke 62 antara pemain PSAP dan wasit saat posisi skor 3-0 untuk Aceh United.

Pertandingan lanjutan Liga 3 yang digelar di Stadion H Dimurthala, Lampineung, Banda Aceh, tersebut dihentikan sejak menit ke 62 akibat kerusuhan tersebut.

Asal muasal kerusuhan tersebut terjadi pada babak kedua saat pemain PSAP Sigli Samsuar mendapatkan tekel keras dari pemain Aceh United M Fayrushi.

Namun wasit sama sekali tidak mengeluarkan kartu atas pelanggaran tersebut. Terjadi adu argumen dan dorong-dorongan dalam kejadian tersebut, yang mengakibatkan wasit mengeluarkan kartu kuning untuk pemain PSAP Sigli M Kausar.

Tidak terima dengan keputusan wasit, pemain PSAP Sigli lalu beramai-ramai memukuli dan mengejar wasit Aidil Azmi hingga ke belakang bench.

Aparat keamanan kewalahan membendung kebrutalan para pemain PSAP Sigli saat itu.

Kontroversi lainnya, diantaranya saat memimpin laga Persib vs Arema FC yang membuat geram Bobotoh. Mungkinkah saat memimpin persib vs PSIS jadi penebus dosa? hanya Tuhan yang Tahu.

Saat itu, Aidil Azmi memberikan hadiah penalti kepada Arema saat Alberto Rodriguez Martin dianggap melanggar Gustavo Almeida di dalam kotak terlarang pada menit 17.

Aidil Azmi dinilai terlalu membela Arema, sedangkan saat Persib dilanggar di kotak terlarang dirinya berat memberikan keputusan yang sama.

Keputusan kontroversi wasit Aidil Azmi pada laga Persib Bandung vs Arema FC, membuat sejumlah bobotoh geram melihat kepemimpinannya di lapangan hijau.

Pasalnya menurut bobotoh terdapat beberapa keputusan wasit Aidil Azmi yang tidak sesuai saat pertandingan, seperti memberikan hadiah tendang penalti kepada Arema saat Alberto Rodriguez Martin dianggap melanggar Gustavo Almeida di dalam kotak terlarang pada menit 17'.

Akibat keputusan tersebut, big match Persib vs Arema di Stadion Kapten I Wayan Dipta Gianyar, Bali pada Jumat (7/7/2023), berakhir imbang 3-3.

Selain bobotoh, Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar ikut geram melihat keputusan wasit Aidil Azmi saat memimpin pertandingan Persib vs Arema kemarin.

Menurut Umuh Muchtar, wasit Aidil Azmi terlalu enteng memberikan hadiah penalti kepada Arema, sedangkan saat Persib dilanggar di kotak terlarang dirinya berat memberikan keputusan yang sama.

"Keputusan wasit sangat mencolok, dia sembarangan memberikan penalti. Tapi Persib yang benar-benar murni dilanggar, harus dapat penalti karena kelihatan kena tangan pemain lawan dan wasitnya ada di depan.

Lalu yang dekat gawang juga melihat 100 persen, tapi tidak ada yang berani memberikan hadiah penalti kepada Persib. Persib dua kali dilanggar itu di kotak penalti, juga tidak diberikan (hadiah pinalti), itu yang sangat krusial sekali dan keputusan wasit sanga mencolok," jelasnya saat dihubungi awak media, Minggu (9/7/2023).

Dengan kejadian itu pria berusia 75 tahun tersebut menegaskan, dirinya sudah menandai wasit Aidil Azmi dan akan menolak keras apabila dirinya memimpin laga Persib di kemudian hari.

Hal itu Umuh lakukan, untuk menghindari keputusan yang serupa dan tidak netral saat pertandingan berlangsung.

"Dia bukan wasit bagus dan dia masih harus belajar. Harusnya Azmi mewakili daerah, saya tidak mau tau daerah mana. Harusnya bangga bisa menjadi wakil daerahnya sebagai wasit di liga, tapi malah di rusak.

Dan wasit Azmi itu sudah kami kasih tanda. Ke depan kalau dipasang wasit seperti itu lagi, kami tolak, kita cari yg netral." tegas Umuh.

Keputusan kontroversial lainnya adalah saat wasit Aidil Azmi ketika memimpin laga PSM Makassar kontra Bali United. Aidil mengganjar kartu merah pemain PSM Safrudin Tahar. Keputusan kontroversial ini dituding sebagai kekalahan PSM Makassar atas Bali United 3-2. (*)

(TribunJabar/Tribunnews).

Baca juga: Transfer Jeremy Doku Ke Manchester City sekitar Rp 1,08 Triliun

Baca juga: Pakar Hukum Tata Negara Sebut Perangkat Desa di Kudus Harusnya Dilantik Meski Ada Gugatan

Baca juga: Marco Bezzecchi Sudah Buat Keputusan Soal Masa Depannya Bertahan Tim Valentino Rossi atau Pergi

Baca juga: Mobil Tabrak Bus Pariwisata saat Menyalip, 1 dari 6 Korban Kecelakaan Tewas

Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved