Berita Semarang
BNNP Jateng Minta Masyarakat Waspadai Peredaran Vape Berbahan Liquid Ganja Sintetis
Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengawasi ketat peredaran ganja sintetis yang dicampur cairan rokok elektrik atau liquid vape.
Penulis: iwan Arifianto | Editor: Catur waskito Edy
TRIBUNJATENG.COM,SEMARANG - Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Tengah mengawasi ketat peredaran ganja sintetis yang dicampur cairan rokok elektrik atau liquid vape.
Modus peredaran ganja sintetis menggunakan liquid vape memang bukan barang baru.
Namun, kasus itu kembali mencuat selepas ditangkapnya seorang tersangka di Surabaya, Jawa Timur yang mengaku membeli liquid vape mengandung ganja di media sosial.
Kasi Intel BNNP Jawa Tengah Kunarto mengatakan, dalam upaya mencegah peredaran liquid vape ganja sintetis bekerjasama dengan Bea Cukai.
Sebab, pihaknya menyakini barang tersebut mayoritas berasal dari luar negeri.
"Jadi ketika ada kiriman Vape dari luar negeri kita pasti periksa," paparnya, Rabu (23/8/2023).
BNNP Jateng pernah menangani kasus serupa di tahun 2020. Kala itu, pihaknya menangkap seorang tersangka berasal dari Pekalongan yang terbukti memiliki barang tersebut.
Tersangkanya ternyata seorang mantan koki di kapal pesiar dari Amerika Serikat.
"Ketika sudah pulang ke Jawa, tersangka mendapatkan kiriman dari Amerika. Kebanyakan barang kiriman dari luar negeri," tuturnya.
Menurutnya, liquid vape mengandung ganja sintesis memiliki efek lebih berbahaya dibandingkan dengan ganja alami.
Ganja sintesis memiliki kandungan Tetrahidrokanabinol (THC) sehingga memiliki efek lebih berat.
"Efeknya seperti orang pake ganja tapi karena sintesis efek Nge-flynya lebih berat. Halusinasi lebih kuat jadi lebih berbahaya," bebernya.
Hanya saja, peredaran ganja jenis ini dinilai tak seluas dibandingkan jenis narkotika lainnya seperti sabu, ganja, dan lainnya
Pembelinya juga merupakan komunitas tertentu yang membeli lewat dark web.
"Yang bisa beli orang-orang yang beli punya jaringan ke sana. Sudah ada komunitasnya, orang ekonomi menengah ke atas," cetusnya.
Kendati begitu, ia meminta masyarakat berhati-hati terhadap penggunaan vape jenis liquid ganja sintetis.
Semisal ditemukan vape dengan banderol harga di atas rata-rata patut dicurigai.
"Misalnya harga dua kali lipat dari pasaran apakah itu kandung THC atau lainnya patut dicurigai karena harganya tentu lebih mahal," tandasnya. (Iwn)
Baca juga: Bupati Etik Canangkan 37 Kampung Tangguh Anti Narkoba, Ciptakan Sinergi Pemerintah-Masyarakat
Baca juga: Viral Aksi Maling Sepeda di Kudus Terekam CCTV
Baca juga: Buka Muskab PKKW 2023, Bupati Afif Berharap Melahirkan Program Kesejahteraan Masyarakat
Baca juga: Wujud Kepedulian Terhadap Kelestarian Lingkungan, Polres Wonosobo Tanam Pohon di Taman Fatmawati
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-vape.jpg)