Berita Kriminal
Detik-detik Pikap Angkut Peserta Karnaval Terguling, Mobil Melaju Kencang di Tikungan Tajam
Detik-detik mobil pikap yang mengangkut rombongan drumband terguling terekam oleh kamera CCTV.
TRIBUNJATENG.COM - Detik-detik mobil pikap yang mengangkut rombongan drumband terguling terekam oleh kamera CCTV.
Tak pelak, 12 orang mengalami luka-luka akibat kecelakaan yang terjadi di tikungan tajam tersebut.
Para korban hendak mengikuti karnaval Agustusan di Kecamatan Waru, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur.
Namun mereka justru mengalami kecelakaan di Desa Tampojung Gowa, Kecamatan Waru, Senin (28/8/20230).
Baca juga: Imam Masykur Diculik Oknum Paspamres saat Sholat, Warga Batal Menolong karena Map di Tangan Pelaku
Baca juga: Kisah Dere, Ciptakan Lagu Pertama di Usia 14 Tahun Berjudul Butterfly
Baca juga: Kecelakaan Tabrakan Maut Dua Sepeda Motor di Kejobong Purbalingga, Satu Orang Meninggal Dunia
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Pamekasan, AKP Suryono menjelaskan, kecelakaan itu disebabkan karena sopir tidak menguasai medan jalan.
Itu terbukti melalui rekaman CCTV yang beredar. Dalam video tersebut, mobil pikap yang dikendarai Ramlan (19), asal Desa Tlagah, Kecamatan Pegantenan, melaju kencang saat tiba di tikungan tajam.
Mobil sudah melewati marka jalan tengah saat akan menikung.
Karena tidak bisa mengendalikan, mobil tersebut keluar jalur dan terguling hingga masuk ke halaman rumah warga.
“Sopirnya lengah dan tidak menguasai medan sehingga saat tiba di tikungan tajam, laju mobil masih mengebut hingga terguling,” terang Suryono.
Para korban mengalami luka ringan hingga luka berat. Korban luka ringan dirawat di Puskesmas sekitar lokasi kejadian.
Sedangkan yang luka berat dirawat di RSUD Slamet Martodirdjo (Smart) Pamekasan.
Menurut Suryono, sopir pikap sempat melarikan diri setelah para korban diselamatkan warga.
Sopir bersama dengan mobinya menghilang di lokasi. Namun, setelah dilakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), identitas sopir terungkap.
Polisi kemudian melakukan pengejaran. Ternyata, sopir pulang ke rumahnya.
“Sopir sempat kabur. Alasannya karena ketakutan dan kebingungan apa yang harus dilakukan,” ujar Suryono.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/pikup-yang-mengangkut-rombongan-pelajar-yang-hendak-ikut-acara.jpg)