Kamis, 23 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Detik-detik Maling Motor Dihajar Warga, Penyakit Paru-paru Kambuh, Tewas di RS

Maling motor diserang massa di Surabaya, kondisi paru-parunya memburuk, berujung kematian di rumah sakit.

TRIBUNJATENG.COM - Terduga pelaku pencurian sepeda motor (curanmor) di Jalan Kebondalem, Simokerto, Surabaya, Selasa (5/9/2023), menjadi korban amukan massa yang berujung pada kematian. Kejadian ini menyita perhatian warga sekitar, termasuk salah satu saksi, Karmidi (49), warga Jalan Kapasan.

Karmidi menceritakan bahwa kerumunan terjadi sekitar pukul 16.00 WIB. Saat ia tiba di lokasi, dia melihat sekelompok orang tengah memukuli seorang pria yang diduga mencuri sepeda motor. "Katanya warga orang mau maling (sepeda motor) tapi ketahuan, terus dimassa itu. Ada dua (pelaku), tapi yang satu kabur," ujar Karmidi ketika ditemui di sekitar lokasi kejadian pada Rabu (6/9/2023).

Menurut Karmidi, dalam waktu singkat, sejumlah anggota Polsek Simokerto tiba di tempat kejadian. Mereka segera membawa terduga pelaku yang tampak dalam kondisi lemah. "Polisi datang terus warga bubar, tapi tangannya (pelaku) langsung diborgol pas dibawa," tambahnya.

Baca juga: 2 Maling Santai Gondol 4 Tabung Gas saat Penjaga Warung Asyik Main Ponsel

Sementara itu, seorang anggota keluarga terduga pelaku, Muhammad Sari, membenarkan peristiwa tersebut. Dia menerima informasi dari pihak berwenang bahwa kerabatnya telah meninggal. Menurut Sari, berdasarkan keterangan polisi, kerabatnya mengalami kesulitan bernafas saat dibawa ke Polsek Simokerto. Akhirnya, terduga pelaku meninggal dunia di RSUD dr Soewandhie.

Sari menjelaskan bahwa kerabatnya memiliki riwayat masalah pernapasan, terutama ketika terpapar udara dingin. "Dia punya riwayat sesak, paru-paru, kalau kena udara dingin itu memang kadang sesak, turun-temurun," kata Sari.

Selain itu, Sari mengungkapkan bahwa korban beberapa tahun lalu pernah dirawat di rumah sakit di Madura. Setelah itu, terduga pelaku curanmor tersebut sudah tidak pernah lagi menjalani perawatan. "Masuk rumah sakit sekitar satu atau dua tahun lalu kalau enggak salah. Setelah itu sudah enggak, dia juga takut katanya (dicek kesehatanya)," ungkapnya.

Meskipun kejadian ini memicu kegemparan di lingkungan tersebut, keluarga korban memutuskan untuk tidak memperpanjang permasalahan ini. Mereka meyakini bahwa kerabat mereka telah melakukan tindakan salah dan sudah memaafkannya. "Kami keluarga mengikhlaskan, mungkin takdirnya gitu. (Autopsi) enggak perlu, sudah," pungkas Sari.

nc

Artikel ini telah tayang di Kompas.com

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved