Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Solo

Mengenal Sosok Suyat, Mahasiswi Unsri yang Hilang Dikenang Dengan Peringatan September Hitam  

BEM KM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) menyambut mahasiswa baru di kegiatan PKKMB dengan peringatan September Hitam.

istimewa
Poster foto Suyat, mahasiswa FISIP Unsri yang hilang hingga sekarang 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO – BEM KM Universitas Slamet Riyadi (Unisri) menyambut mahasiswa baru di kegiatan PKKMB dengan peringatan September Hitam dengan tajuk “Unisri Menolak Lupa Suyat

Aksi itu dilakukan di acara PKKMB 2023 bersama keluarga besar mahasiswa Universitas Slamet Riyadi, pada Selasa (5/9/2023).

Mereka melakukan orasi saat PKKMB 2023, BEM UNISRI juga turut mengajak Ketua DEMA setiap fakultas sebagai wujud persatuan dan keberagaman di Universitas Slamet Riyadi Surakarta tetap menyuarakan kebenaran.

Baca juga: Kuliah Tinggal Skripsi, Mahasiswa Ini Ditangkap Polisi karena Jualan Ganja di Kampus

Presiden Mahasiswa BEM KM Unisri, Raafila Anbiya mengatakan peringatan Unisri Menolak Lupa Suyat itu merupakan refleksi bentuk mengingat aktivitas 98, dimana mahasiswa FISIP Unisri yang sampai saat ini hilang.

"Ini merupakan bentuk semangat dan perlu perhatian khusus, bagaimana para mahasiswa paham kebenaran dan kebebasan dalam bersuara akan terus di gaungkan untuk mencapai keadilan, baik dalam kebijakan kampus dan mengawal kebijakan negara,"ujarnya.

Selain itu, tujuan dari kegiatan ini juga sebagai bentuk dukungan kepada keluarga Suyat yang sampai saat ini belum menemukan titik terang dimana Suyat berada.

Pihaknya berharap agar negara segera menuntaskan kasus HAM berat dan menghilangnya aktivis 98 yang sampai saat ini belum di temukan.

Ia mengaku akan terus mengawal dan mendesak negara untuk menuntaskan persoalan HAM berat dan hilangnya aktivitas 98.

"Kami akan terus mengawal dan mendesak negera untuk menuntaskan persoalan HAM berat dan hilangnya aktivis 98 yang sampai saat ini belum menemukan titik terang," tegasnya.

Pihaknya juga berharap di isu politik 2024, jangan sampai menjadi kepentingan kuasa, tetapi menjadi refleksi para calon penguasa yang akan hadir berkomitmen untuk menuntaskan pelanggaran HAM. (uti)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved