Berita Karanganyar
Terbongkarnya Aib Pengasuh Ponpes Karanganyar Cabuli 6 Santriwati Selama 2 Tahun
Kasus pelecehan seksual yang dialami 6 santriwati di salah satu ponpes wilayah Kabupaten Karanganyar telah terjadi sejak 1,5 tahun hingga 2 tahun.
Penulis: Agus Iswadi | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, KARANGANYAR - Kasus pelecehan seksual yang dialami 6 santriwati di salah satu ponpes wilayah Kabupaten Karanganyar telah terjadi sejak 1,5 tahun hingga 2 tahun yang lalu.
Pihak Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Karanganyar menerima laporan dari Polres Karanganyar adanya kasus tersebut pada Senin (4/9/2023) kemarin. Usai menerima laporan tersebut, pihak P2TP2A Karanganyar lantas mendatangi Polres Karanganyar untuk melakukan assesment dan pendampingan terhadap para korban.
Ketua Divisi Pendampingan dan Pelaporan Korban P2TP2A Karanganyar, Anastasya Sri Sudaryanti menyampaikan, telah melakukan pendampingan terhadap 6 anak yang berusia antara 15 tahun hingga 18 tahun tersebut. kasus tersebut terbongkar setelah seorang korban bercerita kepada pacarnya.
Baca juga: Polisi Tahan Pemilik Ponpes di Karanganyar Atas Dugaan Pelecehan Seksual pada Santriwati
"Merasa pengen berontak tapi tidak berani, kemudian kirim surat, bercerita kepada pacarnya. Pacarnya tidak terima akhirnya cerita ke guru BK," katanya kepada Tribunjateng.com, Rabu (6/9/2023) sore.
Dia menuturkan, para korban mengalami trauma akibat tindakan yang dilakukan oleh pimpinan pondok yang mereka tinggali selama 2 tahun tersebut. Terkait bentuk pelecehan yang dialami korban, terangnya, selain dicium juga ada yang hingga berhubungan badan.
Selanjutnya terkait pendampingan dan penanganan terhadap korban, lanjut Anas sapaan akrabnya, pihak P2TP2A Karanganyar telah berkoordinasi dengan psikolog.
"Saya akan melakukan visit (kunjungan) ke pondok untuk konsultasi pendampingan psikolog," terangnya.
Terpisah Camat Jatipuro, Bambang Sriyanto mengatakan, ponpes tersebut telah lama berdiri dan memiliki puluhan santri. Berdasarkan keterangan dari keluarga pengasuh ponpes tersebut, lanjutnya, santri yang mondok di tempat tersebut berasal dari keluarga yang kurang mampu. Mereka selain dari Kabupaten Karanganyar juga ada yang dari luar daerah seperti Kabupaten Wonogiri.
Pihak forkopimcam telah berkunjung ke ponpes tersebut dan memberikan dukungan kepada pihak keluarga pengasuh terutama sang istri yang terpukul atas kejadian tersebut. (Ais)