Rabu, 20 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Tegal

BREAKINGNEWS, Mantan Wali Kota Tegal 2 Periode, Adi Winarso Meninggal Dunia di Surabaya

Mantan Wali Kota Tegal Kolonel Laut (Purn) Adi Winarso dikabarkan meninggal dunia di RS TNI AL Dr Oepomo Surabaya, Jumat (8/9/2023).

Tayang:
Istimewa
Ucapan duka atas meninggal dunianya Wali Kota Tegal Kolonel Laut (Purn) Adi Winarso dari Pemerintah Kota Tegal.  

TRIBUNJATENG.COM,TEGAL- Mantan Wali Kota Tegal Kolonel Laut (Purn) Adi Winarso dikabarkan meninggal dunia di RS TNI AL Dr Oepomo Surabaya, Jumat (8/9/2023).

Adi Winarso merupakan Wali Kota Tegal dua periode pada 1999-2004 dan 2004-2009.

Informasi yang didapatkan tribunjateng.com, semula almarhum terjatuh pada rakaat pertama saat salat jumat di Masjid At Taqwa Lantamal V Surabaya. 

Baca juga: Kronologi Adu Banteng Motor Matic 2 Pelajar di Kudus, Sama-sama Tak Pakai Helm, 1 Meninggal Dunia

Setelah itu langsung dibawa ke RS TNI AL Dr Oepomo.

Tetapi nyawanya tidak tertolong dan menghembuskan nafas terakhir pukul 14.00 WIB

Almarhum meninggal dunia di usia 72 tahun.

Mantan ajudan almarhum di Pemkot Tegal, Dores Indrian Nugroho mengatakan, ia turut berduka dan bersedih atas meninggal dunianya Wali Kota Tegal, Adi Winarso

Ia sendiri dulu menjadi ajudan almarhum pada 2002-2004.

"Informasi yang kami terima, almarhum jatuh saat rakaat pertama salat jumat lalu dilarikan ke RS TNI AL Dr Oepomo Surabaya

Kemudian pukul 14.00 WIB menghembuskan nafas terakhir," kata Dores yang saat ini menjabat Kabag Prokompim Setda Kota Tegal.

Dores mengatakan, Adi Winarso merupakan sosok wali kota yang tegas, disiplin, serta komprehensif saat memberikan arahan dan membuat keputusan. 

Almarhum juga sosok visioner dan perintis tempat usaha besar di Kota Tegal

Seperti pembangunan Pacific Mall Tegal, Rita Supermall Tegal, dan Dedy Jaya Mall.

Baca juga: Berita Duka, RUSLI HARTONO / LIE TJONG HOO Meninggal Dunia di Semarang

Almarhum juga memiliki doktrin yang disingkat PDLT, yaitu prestasi, dedikasi, loyalitas, dan tidak tercela.

"Momen berkesan bagi saya ketika sudah waktunya turun ke masyarakat. Saya dari ajudan langsung diamanati untuk menjadi pamong di Kelurahan Pekauman. 

Saya di sana mulai dari kepala seksi, sekretaris, plt lurah, hingga jadi lurah," ungkapnya. (fba)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved