Berita Jepara
Kabupaten Jepara Darurat Kekeringan dan Krisis Air Bersih
Kabupaten Jepara menghadapi krisis air; status darurat diberlakukan untuk mengatasi masalah ini.
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA - Pemerintah Kabupaten Jepara telah mengambil langkah tegas dalam mengatasi masalah kekeringan yang semakin meresahkan.
Dalam respons terhadap situasi krisis air yang melanda sejumlah wilayah di Jepara, pihak berwenang telah meningkatkan status dari siaga menjadi tanggap darurat.
Keputusan ini diumumkan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto, pada hari Selasa (12/9/2023).
Baca juga: Dampak Kekeringan Meluas di Demak, 108 Desa Kesulitan Air Bersih Akibat Kemarau Panjang
Menurutnya, langkah ini ditempuh karena semakin banyaknya daerah di Jepara yang terkena dampak kekeringan yang serius.
Wilayah-wilayah yang terdampak meliputi enam kecamatan, yaitu Donorojo, Keling, Kembang, Kedung, Pecangaan, dan Nalumsari.
Situasi kekeringan di sana telah mencapai tingkat krisis, terutama dalam hal pasokan air bersih.
Arwin Nor Isdiyanto menjelaskan bahwa peningkatan status tanggap darurat ini didasarkan pada menurunnya debit air sungai di daerah tersebut.
Salah satu contohnya adalah Sungai Welahan Drainase (SWD) II yang melintasi beberapa kecamatan, seperti Kalinyamatan, Pecangaan, Kedung, dan Welahan, yang mengalami penurunan drastis dalam debit airnya.
Bahkan, instalasi Pengolahan Air (IPA) Bumpis di Desa Gerdu, Kecamatan Pecangaan, telah terpaksa berhenti beroperasi akibat kekeringan yang melanda.
Dampak langsung dari situasi ini adalah ketidakmampuan penyediaan air bersih ke desa-desa di sekitarnya, seperti Desa Ujungpandang, Gerdu, Kaliombo, Tedunan, Karangani, dan Kedungmalang.
Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut menghadapi kesulitan serius dalam mendapatkan pasokan air bersih yang memadai.
Selain itu, menurut data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kabupaten Jepara saat ini masuk ke dalam wilayah dengan status awas kekeringan.
Analisis yang mereka lakukan berdasarkan pada jumlah hari tanpa hujan dan curah hujan yang rendah.
Dalam upaya untuk membantu warga yang terdampak, Satlantas Polres Jepara juga turut serta dengan menyalurkan pasokan air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Situasi kekeringan ini memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terpenuhi dengan baik.
Krisis kekeringan di Kabupaten Jepara menjadi perhatian serius pemerintah dan masyarakat setempat, yang bersatu untuk menghadapi tantangan ini dengan tekad kuat.
Semoga langkah-langkah yang diambil dapat membantu mengatasi masalah ini dan memberikan bantuan kepada warga yang terdampak.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/ilustrasi-kekeringan-dan-krisis-air-bersih.jpg)