Kamis, 30 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Viral

Heboh Honda Beat Diisi Pertamax Turbo Ternyata Bisa Bikin Rusak, Ini Alasannya

Viral video seorang ibu tengah mengisi motor Honda BeAT menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo.

Tayang:
Editor: raka f pujangga
tangkapan layar tiktok @kimzizs
Video Viral Ibu-ibu Isi Honda BeAT Pakai Pertamax Turbo di SPBU Pertamina 

TRIBUNJATENG.COM, JAKARTA - Viral video seorang ibu tengah mengisi motor Honda BeAT menggunakan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertamax Turbo.

Ada yang mengaku takjub, ada pula yang mengaku bingung soal perilaku tersebut.

Video itu disukai lebih dari 7,5 juta penonton ini juga menerima banyak respons menarik dari para netizen, sejak Selasa (12/9/2023) kemarin.

Baca juga: Viral Emak-emak Isi Pertamax Turbo ke Honda Beat jadi Perdebatan, Apa Dampaknya? Ini Kata yang Ahli

Motor Honda BeAT lansiran 2022 yang diisi menggunakan Pertamax Turbo sangat tidak lazim oleh sebagian besar netizen, khususnya akun @kimzizs sebagai pengunggah video.

“Hidup lagi capek-capeknya, ada ibu-ibu bawa BeAT ngisi turbo,” ucapnya dalam video.

mungkin beat nya bore up. #fyp? #beat #pertamax #fyppppppppppppppppppppppp #xyzbca ? Bercyandya - DJ Bombompret
“Males ngantri panjang pasti ini si ibunya, jadi beli pertamax turbo,” tulis akun @pakenaa.

“Habis ini motornya dipake berangkat, berangkat ke bulan,” canda akun @yoik4wan.

“Emang masalah ya kalau ngisi Pertamax Turbo daripada ngisi pertalite?” tanya akun @zero.

Untuk diketahui, Honda BeAT yang ada di video merupakan lansiran 20202 dengan kapasitas mesin 110 cc.

Secara spesifikasi, memang tidak cocok menenggak Pertamax Turbo dengan RON 98, alias oktan tinggi.

Ibnu Sambodo, Team Owner Manual Tech Racing menjelaskan, efek bahan bakar oktan tinggi hanya bisa terasa pada motor-motor dengan kapasitas mesin yang tinggi pula. Sebab hal ini berkaitan dengan tingkat kompresi pembakaran.

“Kalau motor dengan kapasitas 250 cc atau 500 cc ke atas, pasti akan terasa efek menggunakan oktan tinggi karena mesinnya memang cocok. Kalau kapasitasnya cuma 150 cc ke bawah, ya enggak kerasa bedanya,” katanya kepada Kompas.com, belum lama ini.

Alih-alih memberikan peningkatan performa, bahan bakar oktan tinggi justru bisa memberikan kendala pada motor dengan cc rendah.

“Motor cc besar memiliki daya kompresi bbm yang kuat, makanya cocok menggunakan oktan tinggi. Motor dengan cc rendah bisa kelelahan dan kurang mampu mengkompresi oktan tinggi,” kata Ibnu.

Menurut dia, karena mesin harus bekerja ekstra untuk melakukan kompresi, ada potensi overheating bahkan kerusakan pada komponen-komponen tertentu.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved