Sosok Dhia Karima Dituduh Jadi Pengantin Prewed Flare di Bromo
Pengantin yang melakukan prewed bernama Hendra Purnama dan Pratiwi Mandala Putri.Saat sesi pemotretan, empat flare dinyalakan.. Bromo masih terbakar
Penulis: Puspita Dewi | Editor: galih permadi
Sosok Dhia Karima Dituduh Jadi Pengantin Prewed Flare di Bromo
TRIBUNJATENG.COM - Dhia Karima dituduh menjadi pengantin prewed yang menyebabkan Bromo terbakar selama seminggu.
Penggunaan flare atau suar aktivitas prewedding menjadi pemicunya.
Dhia Karima diketahui melakukan prewed di Bromo. Dhia dan pasangannya juga memakai jas yang sama dengan sosok pengantin yang menyalakan flare hingga menyebabkan Bromo kebakaran puluhan hektar.
Namun Dhia bukanlah pelaku yang dimaksud.
Adapun pasangan yang melakukan prewed bernama Hendra Purnama dan Pratiwi Mandala Putri.
Saat sesi pemotretan, empat flare dinyalakan, sedangkan satu flare gagal lalu meletup.
Letupan itu lah yang membuat padang sabana seluas 50 hektare terbakar pada hari kedua.
Diduga, Dhia dan Pratiwi Mandala Putri menggunakan jasa fotografer yang sama, sehingga konsep fotonya pun sama.
"Dituduh netizen jadi pelaku yang bakar Bromo. Padahal yang mirip cuma outfitku sama rambutku aja.
Aku foto gak pakai flare tahun 2022, uploadnya awal tahun 2023. Tapi tetep dituduh netizen,"curhat Dhia Karima.
Imbas kebakaran lahan di Bromo yang semakin meluas, Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru menutup semua lokasi wisata di kawasan Bromo, Jawa Timur.
Polisi pun menetapkan manajer wedding organizer sebagai tersangka, Kamis (7/9/2023).
Kronologi
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Probolinggo AKBP Wisnu Wardana mengungkapkan, petugas mengetahui adanya kebakaran lahan dan padang sabana di Bukit Teletubbies Bromo pada Rabu (6/9/2023) siang.
Mulanya pihak Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) melaporkan kejadian tersebut.
Namun saat tiba di lokasi, polisi mendapati api telah meluas.
Saat itu, diketahui pula adanya aktivitas foto prewedding dengan menggunakan flare.
"Saat sesi pemotretan, empat flare dinyalakan, sedangkan satu flare gagal lalu meletup.
Letupan itu lah yang membuat padang sabana seluas 50 hektare terbakar," katanya dalam konferensi pers di Mapolres Probolinggo, Kamis (7/8/2023).
Manajer WO tersangka
Polisi mengamankan enam orang dari lokasi kebakaran.
Mereka adalah pasangan pengantin dan kru wedding organizer.
Petugas juga menyita barang bukti lima selongsong flare, korek api, pakaian prewedding, serta kamera.
Polisi selanjutnya menetapkan penanggung jawab atau manajer prewedding berinisial AWEW (41) sebagai tersangka.
"Kami mengamankan enam orang, salah satunya AWEW yang dinaikkan statusnya menjadi tersangka kasus kebakaran lahan," kata Kapolres.
Selain menggunakan flare hingga menyebabkan kebakaran, AWEW juga tak mengantongi surat izin masuk kawasan konservasi.
AWEW dijerat Pasal 50 ayat 3 huruf D jo Pasal 78 ayat 4 UU Nomor 41 tahun 1999 tentang Kehutanan sebagaimana diubah dalam pasal 50 ayat 2 huruf b Jo Pasal 78 ayat 5 UU Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU RI Nomor 2 tahun 2022 tentang Ciptaker menjadi UU dan atau pasal 188 KUHP.
"Terancam hukuman penjara paling lama 5 tahun dan denda paling banyak Rp 1,5 miliar," tukas Wisnu.
Bromo ditutup total
Kasi Pengelolaan TNBTS Wilayah I Didit Sulastyo menuturkan, hingga Kamis (7/9/2023) sore, kebakaran padang sabana Bukit Teletubbies belum bisa dipadamkam.
"Gara-gara kebakaran di padang sabana Bukit Teletubbies tersebut, Bromo ditutup total untuk wisatawan. Sampai sekarang api belum padam," kata dia.
Tim gabungan, ujarnya, masih berupaya memadamkan api yang telah membakar sekurangnya 50 hektare lahan.
Akibatnya flora dan fauna di lahan konservasi tersebut juga mengalami kerusakan.
"Saya mengimbau kepada para pengunjung Bromo ke depan untuk menjaga perilaku dan berhati-hati. Jangan sampai berbuat yang memicu kebakaran," katanya.
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/sosok-dhia-karima-dituduh-jadi-pengantin-prewed-flare-di-bromo.jpg)