Sabtu, 18 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Kriminal

Sosok Aipda AS Polisi di Grobogan Diduga Aniaya Dua Remaja Hingga Susah Makan dan Budeg

Dua remaja pria babak belur dianiaya Aipda AS, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tawangharjo di kompleks pertokoan di Desa Kemadohbatur.

Editor: rival al manaf
istimewa
Aksi kekerasan polisi terhadap remaja di Grobogan, Jawa Tengah, terungkap dalam CCTV. Kedua korban mengalami luka-luka parah. 

TRIBUNJATENG.COM - Sosok polisi Aipda AS menjadi perbincangan setelah tersangkut kasus penganiayaan dua remaja di Grobogan Jawa Tengah.

Remaja berinisial FR (17) dan RK (20) yang merupakan pelajar SMA dan pekerja di bengkel jadi korban.

Aksi penganiayaan Aipda AS berlangsung pada Sabtu (16/9/2023) sore di halaman sebuah ruko di kompleks pertokoan Desa Kemadohbatur.

Dua remaja pria itu babak belur dianiaya Aipda AS, yang merupakan anggota Bhabinkamtibmas Polsek Tawangharjo.

Baca juga: Potret Aksi Aipda AS Aniaya 2 Remaja di Bengkel Motor Grobogan: Kepala dan Leher Korban Ditindih

Baca juga: Nasib 2 Remaja Usai Dianiaya Aipda AS, Keluarga Korban: Sudah Visum dan Lapor Polres Grobogan

Baca juga: Viral Aipda AS Polisi di Grobogan Aniaya 2 Remaja Sampai Pendengaran Terganggu & Sakit Tenggorokan

Aksi kekerasan fisik itu terekam Closed Circuit Television (CCTV) dan beredar luas di perpesanan WhatsApp.

Kades Kemadohbatur, Ignatius Gebyar Adi Winarno, mengatakan, kedua korban yakni RK (20) buruh bengkel dan FR (17) pelajar SMA, warga Kecamatan Tawangharjo.

Kedua korban dilaporkan menderita luka-luka akibat penganiayaan Aipda AS.

"FR yang di bawah umur, tenggorokan sakit dan susah makan."

"Adapun RK pendengaran terganggu di gendang telinga akibat didekatkan knalpot yang dibleyer-bleyer," kata Adi saat dihubungi melalui ponsel, Senin (18/9/2023).

Saat ini, sambung Adi, keluarga korban yang tidak terima dengan ulah Aipda AS berencana menempuh jalur hukum.

"Kedua remaja luka-luka, sudah visum dan lapor Polres Grobogan."

"Yang bersangkutan memang sering bikin ulah, arogansi dan main pukul orang," pungkas Adi.

Dijelaskan Adi, aksi penganiayaan Aipda AS berlangsung pada Sabtu (16/9/2023) sore di halaman sebuah ruko di kompleks pertokoan Desa Kemadohbatur.

Aipda AS disebut terpancing emosi dengan bisingnya aktivitas perbengkelan di salah satu ruko di samping ruko yang yang disewanya.

Saat itu RK memperbaiki motor pelanggan ditemani FR.

"Kemungkinan saat menyervis motor, ada knalpot dibleyer-bleyer hingga memicu kemarahan Aipda AS."

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved