Berita Regional
Modus Komplotan Penimbun BBM Pertalite, Hanya Modal Sepeda Motor Bisa Angkut 800 Liter Setiap Hari
Terungkap modus komplotan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite, bisa angkut 800 liter setiap hari, keuntungan bersih Rp 11 juta
TRIBUNJATENG.COM, YOGYAKARTA - Terungkap modus komplotan penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis Pertalite.
Hanya bermodalkan sepeda motor berkapasitas tangki besar, komplotan itu bisa mengangkut 800 liter Pertalite setiap hari.
Keuntungan bersihnya juga fantastis mencapai Rp 11 juta.
Baca juga: Gudang Penimbunan 60 Ton Solar Bersubsidi Ditemukan di Medan
Polresta Yogyakarta mengamankan 7 orang tersangka penimbunan BBM tersebut
Sedikitnya tujuh orang tersangka yang dicokok polisi yakni AD, BD, SF, DY, HU, IP, dan SG.
Tujuh orang itu memiliki peran masing-masing yakni AD dan BD berperan sebagai pemodal dan 5 orang lainnya merupakan pegawai.
Kasat Reskrim Polresta Yogyakarta AKP Archye Nevada menjelaskan kronologi pengungkapan kasus ini bermula adanya laporan tipe A pada tanggal 9 September 2023.
Dalam laporan tersebut berisi penyalahgunaan BBM subsidi yang diperjualbelikan dengan tidak memiliki izin,
Dari informasi yang didapat lalu dilakukan penyelidikan dan menangkap 1 orang berinisial IP di Jalan Sardjito.
Saat itu IP sedang membawa jeriken yang berisi BBM subsidi yang diedarkan di wilayah Kota Yogyakarta dan Sleman.
“Berdasarkan penangkapan kami melakukan penyidikan dan penyelidikan melakukan pengembangan penyelidikan di Sleman,” ujar Archye saat ditemui di Polresta Yogyakarta, Rabu (20/9/2023).
Setelah dilakukan pengembangan, polisi lalu menggerebek sebuah rumah kontrakan di Sleman yang digunakan untuk gudang penimbunan BBM subsidi jenis Pertalite.
“Pelaku menyewa tempat kontrakan untuk menimbun BBM jenis Pertalite, mereka sudah melakukan pekerjaan ini sejak awal 2023,” kata dia.
Archye mengatakan, modus operandi dari penimbunan ini adalah lima tersangka yakni para pegawai ini membeli Pertalite menggunakan sepeda motor berjenis Suzuki Thunder yang sudah dimodifikasi tangkinya, sehingga memiliki kapasitas besar yaitu 15 liter sekali isi.
“Tiap hari mereka bisa beli sebanyak 800 liter Pertalite dan diedarkan di wilayah Sleman dan Yogyakarta. Rata-rata penghasilan bersih yaitu Rp 11 juta, dan karyawan digaji sebesar Rp 1,5 juta sampai Rp 2 juta termasuk uang makan” jelas dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Polisi-saat-menunjukkan-tersangka-dan-barang-bukti.jpg)