Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Keseimbangan Gender

Keseimbangan Gender dalam Pendidikan

Isu gender di Indonesia adalah topik yang kompleks dan berkembang seiring waktu. Beberapa isu gender yang telah menjadi perhatian di Indonesia

Editor: Editor Bisnis
IST
Nana Noviada Kwartawaty 

Penulis :  Nana Noviada Kwartawaty, Mahasiswa Pascasarjana, S3, UNNES Semarang

Isu gender di Indonesia adalah topik yang kompleks dan berkembang seiring waktu. Beberapa isu gender yang telah menjadi perhatian di Indonesia, diantaranya kekerasan terhadap perempuan, ketimpangan gender, akses pendidikan, pengambilan keputusan, budaya dan norma sosial.

Dalam perbedaan gender, dikenal tokoh emansipasi wanita, yaitu RA Kartini, Beliau  adalah tokoh sejarah Indonesia yang dikenal karena perjuangannya dalam memperjuangkan hak-hak perempuan, khususnya dalam bidang pendidikan. Ia adalah pelopor gerakan emansipasi perempuan di Indonesia. Oleh karena itu, penekanannya pada kesetaraan gender dalam mencapai SDG 4 sangat relevan dengan nilai-nilai yang dianut oleh RA Kartini. Setiap tanggal 21 April, kita memperingati hari Kartini, dimana tanggal tersebut untuk memberikan penghormatan kepada RA Kartini, karena telah berjuang dalam emansipasi wanita. Untuk itu RA Kartini juga merupakan Pahlawan Wanita di Indonesia. 

Apa itu gender? Gender adalah konsep yang kompleks dan multiaspek yang mencakup bagaimana individu mengidentifikasi diri mereka sendiri dalam hal identitas gender internal (gender identity) dan bagaimana mereka mengekspresikan diri ke luar (gender expression). Identitas gender dapat berupa laki-laki, perempuan, keduanya, tidak satupun, atau berada di suatu spektrum, dan tidak selalu sejalan dengan jenis kelamin biologis individu. Ekspresi gender mencakup pakaian, perilaku, dan aspek lain yang mencerminkan identitas gender seseorang.

Di zaman dahulu, masyarakat tertentu membatasi akses pendidikan hanya untuk laki-laki, kaum wanita tidak boleh sekolah tinggi. Seiring berjalannya waktu, banyak masyarakat di seluruh dunia telah mengakui pentingnya pendidikan yang setara bagi semua individu, tanpa memandang jenis kelamin. Gerakan hak-hak perempuan dan kesetaraan gender telah berperan besar dalam mengatasi diskriminasi dalam pendidikan.

Apalagi saat ini kaum wanita jumlahnya hampir sama dengan kaum laki-laki. Pada Juni 2022 lalu, Jumlah penduduk di Indonesia mencapai 275,36 juta jiwa. Dari jumlah tersebut yang berjenis kelamin laki2-laki sebanyal 50,58 persen dan yang berjenis perempuan sebanyak 49,52 persen. (Menurut Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri) . Hal tersbut menunjukkan bahwa jenis kelami perempuan hampir sama dengan jenis kelamin laki-laki.

Berikut beberapa langkah yang dapat diambil untuk memastikan keseimbangan gender dalam pencapaian SDG 4, sejalan dengan semangat RA Kartini:

Akses Pendidikan yang Setara: Dizaman sekarang, dengan adanya emansipasi, maka pendidikan di Indonesiapun harus memiliki akses yang sama dalam fasilitas pendidikan maupun peluang belajar baik untuk laki-laki maupun perempuan.  Ini termasuk memastikan bahwa anak perempuan tidak mengalami diskriminasi dalam hal akses ke sekolah, fasilitas pendidikan, dan peluang pembelajaran.
Penghapusan Diskriminasi Gender: Mendorong penghapusan diskriminasi gender dalam kurikulum, buku teks, dan praktik pendidikan. Pendidikan harus mencerminkan kesetaraan gender dan menghilangkan hal-halyang merugikan perempuan.

Pelatihan Guru dan Staf Sekolah: Memberikan pelatihan kepada guru dan staf sekolah tentang pentingnya kesetaraan gender dalam pendidikan, serta strategi untuk mencapai kesetaraan ini dalam kelas-kelas mereka.
Kesetaraan Akses ke Peluang: Pastikan bahwa anak perempuan memiliki akses yang sama dengan anak laki-laki ke berbagai peluang pendidikan ekstrakurikuler, seperti olahraga, seni, dan ilmu pengetahuan.
Penanggulangan Anak Perempuan yang Putus Sekolah: Berupaya mengidentifikasi dan mengatasi faktor-faktor yang menyebabkan anak perempuan putus sekolah, seperti pernikahan usia muda atau kehamilan remaja, dan memberikan dukungan untuk melanjutkan pendidikan mereka.

Promosi Peran Model Perempuan: Menghadirkan perempuan yang sukses dalam berbagai bidang sebagai peran model untuk menginspirasi anak perempuan agar bersemangat dalam mengejar pendidikan mereka.
Keterlibatan Orang Tua: Melibatkan orang tua dalam pendidikan anak-anak mereka dan mengedukasi mereka tentang pentingnya kesetaraan gender dalam pendidikan.

Pengawasan dan Pemantauan: Membentuk mekanisme pengawasan dan pemantauan yang efektif untuk memastikan bahwa kebijakan dan program pendidikan yang mendukung kesetaraan gender diimplementasikan dengan baik.

Jadi kesetaraan gender adalah salah satu komponen penting dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan ke-4 (SDG 4) yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). SDG 4 bertujuan untuk memastikan akses pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkeadilan untuk semua, serta untuk meningkatkan peluang pendidikan seumur hidup bagi semua orang. Kesetaraan gender merupakan elemen kunci dalam mencapai tujuan ini. 

SDG 4 sangat penting karena pendidikan berkualitas memiliki dampak yang besar pada perkembangan sosial dan ekonomi suatu negara. Memastikan bahwa semua orang memiliki akses dan kesempatan untuk mendapatkan pendidikan berkualitas adalah langkah penting dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan secara seluruhan.

Berikut ini data bahwa pendidikan perempuan semakin tahun jumlahnya semakin meningkat dari SD, SMP hingga SMA. 

Sumber Data: Susenas KO

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved