Sabtu, 11 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Bocah 7 Tahun Didiagnosis Mati Batang Otak Setelah Operasi Amendel, Ini Kronologinya

Bocah berusia 7 tahun didiagnosis mati batang otak setelah menjalani operasi amendel.

Shutterstock
Ilustrasi rumah sakit 

TRIBUNJATENG.COM, BEKASI - Bocah berusia 7 tahun didiagnosis mati batang otak setelah menjalani operasi amandel.

Kejadiannya di Rumah Sakit (RS) Kartika Husada Jatiasih, Kota Bekasi.

Bocah berinisial A tersebut tak sadarkan diri dan masih terbaring di rumah sakit sampai saat ini.

Baca juga: Viral Bocah Pukul dan Injak-injak Teman Setelah Kalah Main Playstation, Korban Sesak Nafas

Kronologi

Ayah A, Albert mengatakan kepada Kompas.com, anaknya menjalani operasi di RS Kartika Husada setelah mendapat rujukan dari puskesmas pada Selasa (19/9/2023).

Keluhan awal, A mengalami penyakit amandel yang sudah membesar dan disarankan untuk diangkat.

Pihak rumah sakit juga menyarankan hal yang sama.

"Dijadwalkan tindakan operasi pukul 12.00, akan tetapi ditunggu pukul 12.00 belum datang, jadi istri saya berpikir bisa dia mandi sebentar, pada saat dia masih mandi tiba-tiba perawat datang untuk membawa anak saya ke ruang operasi tanpa istri saya ketahui," kata Albert saat dihubungi, Jumat (29/9/2023).

Setelah selesai mandi, istrinya terkejut mengetahui anaknya tidak ada di kamar rawat dan sudah dipindahkan ke ruang operasi.

"Istri saya mendapatkan lokasi ruang operasi, akan tetapi anak saya sudah berada di dalam ruang operasi dan istri saya sudah tidak dijinkan masuk atau menemui anak saya," ujar Albert.

Setelah itu, istri Albert diberikan kertas untuk ditandatangani sebelum A menjalani operasi amandel.

"Istri disodorkan form untuk ditandatangani, dikarenakan sedang panik jadi dia hanya tanda tangan tanpa benar-benar paham apa isi form tersebut," imbuhnya.

Dari pukul 12.30 WIB, A menjalani operasi selama satu jam. Setelah itu, dokter THT memberikan informasi operasi berjalan lancar.

Selanjutnya, dari penuturan Albert, dokter anestesi yang mengambil alih untuk menyadarkan kembali anaknya.

"Tetapi di saat itu anak saya terlihat kesusahan dalam mengambil napas karena terlihat anak saya berusaha mengambil napas lewat mulutnya sekitar tiga kali seperti orang mendengkur keras," jelas Albert.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved