Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Nasional

Pasangan Anies-Cak Imin Legakan Relawan, Sudah Kenal Sejak Kuliah

Menurut Lukman, keputusan bersatunya Anies dan Muhaimin di kontestasi politik tersebut membuat relawan lebih mudah dalam bergerak

Penulis: Muhammad Sholekan | Editor: muslimah
TribunJateng.com/Muhammad Sholekan
Ketua Dewan Pembina Jaringan Relawan (Jarnas) Anies Baswedan, Lukman Hakim Hasan saat memberikan keterangan kepada wartawan, Senin (2/10/2023). 

TRIBUNJATENG.COM, SOLO - Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar resmi mendeklarasikan sebagai pasangan bakal calon presiden (bacapres) dan bakal calon wakil presiden (bacawapres) di Pemilu 2024 mendatang.

Keputusan cepat, terbentuknya pasangan itu disyukuri Ketua Dewan Pembina Jaringan Relawan Nasional (Jarnas) Anies Baswedan, Lukman Hakim Hasan. 

Menurut Lukman, keputusan bersatunya Anies dan Muhaimin di kontestasi politik tersebut membuat relawan lebih mudah dalam bergerak.

Baca juga: Bertemu Santri Ponpes Al-Anwar Rembang, Anies Baswedan Pidato Soal Makna Batu Bara dan Batu Permata

"Kami rasa keputusan itu cukup melegakan, karena sudah ada kepastian soal pasangan," ucap Lukman, Senin (2/10/2023).

Lukman mengungkapkan, bergabungnya Muhaimin Iskandar atau Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) di Koalisi perubahan menjadi sebuah berkah. 

Apalagi, lanjut dia, Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar sudah kenal baik sejak lama, yakni sejak mereka sama-sama menempuh pendidikan di Universitas Gadjah Mada (UGM).

"Secara pribadi kan sudah kenal sejak kuliah, sehingga komunikasinya lebih mudah. Karena PKB kuat juga ya, kita pernah pengalaman waktu Pilgub Jateng, Pak Sudirman Said dibantu mereka," terangnya.

Ikhwal mengenai belum masifnya pergerakan relawan Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar di tatanan akar rumput, dia tak menampik masih menunggu pendaftaran capres dan cawapres pada 19 Oktober 2023 mendatang.

"Masif atau belum itu banyak variabelnya yang masuk, termasuk masalah logistik juga ya. Kita menunggu 19 Oktober nanti saja. Kan secara politik masih bisa berubah," jelasnya.

Saat disinggung terkait pengalaman Pemilu 2019 yang panas, Lukman mendorong semua pihak untuk mengutamakan kampanye damai dan menyejukkan.

Lukman mengungkapkan, masyarakat semakin dewasa dalam menyikapi pemilu dan tidak ingin kembali terpecah-belah seperti Pilpres 2019 lalu.

"Kami berkali-kali menyampaikan tidak usah menjelekkan orang lain. Banyak bicara tentang rekam jejak tentang keberhasilan Mas Anies di Jakarta seperti apa," tuturnya.

Lukman tak menampik adanya keterpecahan opini hingga munculnya istilah cebong dan kampret yang membuat suasana di edisi pemilu sebelumnya menjadi tak nyaman.

"Sekarang tidak muncul lagi ya. Ini sebuah dinamika ya dan membuat kita semakin dewasa. Meski beda pilihan dan pendangan, setelah pemilu ya selesai," tandasnya. (*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved