Kamis, 7 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kereta Cepat

Beda Nasib Proyek Kereta Cepat di Indonesia dan Malaysia yang Pilih Mangkrak Daripada Harus Utang

Beda nasib proyek kereta cepat di Indonesia dan di Malaysia. Jika di Indonesia baru saja diresmikan, di Malaysia justru dibiarkan mangkrak.

Tayang:
Editor: rival al manaf
KOMPAS.com/WISNU NUGROHO
Kereta cepat siap berangkat dari Stasiun Padalarang menuju Jakarta, Sabtu (2/9/2023). Waktu tempuh kereta cepat dari Padalarang ke Jakarta 25 menit dengan kecepatan maksimal 350 km per jam. 

TRIBUNJATENG.COM - Beda nasib proyek kereta cepat di Indonesia dan di Malaysia.

Jika di Indonesia baru saja diresmikan, di Malaysia justru dibiarkan mangkrak.

Seperti diberitakan Indonesia kini resmi mengoperasikan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB).

Dengan beroperasinya KCJB, maka Indonesia menjadi negara di Asia Tenggara pertama yang memiliki kereta peluru.

Baca juga: FIFA Juga Ikut Uji Coba Kereta Cepat Jakarta Bandung, Bisa Jadi Penghubung Venue Piala Dunia U-17

Baca juga: Otewe Bandung, Ganjar Jajal Kereta Cepat Whoosh: Cepat Sekali Ya

Saat ini, kereta cepat yang diberi nama Whoosh tersebut masih gratis.

Nantinya, penumpang kereta peluru penghubung Halim-Padalarang ini bakal dikenai tarif tiket seharga Rp 250.000 sampai dengan Rp 350.000.

Proyek ini sempat terancam mangkrak karena pembengkakan biaya (cost overrun) sehingga terpaksa ditambal uang APBN.

Karena biayanya yang meningkat pula, pemerintah Indonesia kembali mengajukan tambahan utang ke China.

Sejatinya, negara tetangga, Malaysia dan Singapura, juga sempat membangun proyek kereta cepat atau High Speed Rail (HSR) yang menghubungkan Kuala Lumpur dengan Jurong.

Namun kemudian pada tahun 2020, Malaysia membatalkan proyek ini karena setelah dihitung ulang, investasinya dinilai sangat memberatkan dan bisa membebani keuangan negara.

Kini proyek tersebut malah mangkrak dengan sebagian kecil infrastruktur yang sudah terlanjur dibangun.

Alasan Malaysia batalkan proyek kereta cepat HSR merupakan proyek besar yang dijalankan bersama dua Negeri Jiran tersebut yang mengoneksikan ibu kota Kuala Lumpur dengan kawasan Jurong di Singapura.

Proyek HSR tersebut rencananya bakal memakan investasi sebesar 17 miliar dollar AS.

Saat kesepakatan kedua negara itu terjalin, Malaysia dimpimpin oleh PM Najib Razak.

Dari kajian hingga pembangunan beberapa infrastruktur pendukung hingga proyek akhirnya dibatalkan.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved