Berita Semarang
Daftar Kenaikan Harga Ikan Laut Tangkapan Nelayan di Semarang
Ketua Pedagang Pasar Tambaklorok Semarang, Amron, mengatakan, kenaikan harga hasil tangkapan laut saat ini di kisaran Rp 10.000 untuk setiap kilogram.
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Daniel Ari Purnomo
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Harga hasil tangkapan laut nelayan di Semarang mengalami kenaikan. Ketua Pedagang Pasar Tambaklorok Semarang, Amron, mengatakan, kenaikan harga hasil tangkapan laut saat ini di kisaran Rp 10.000 untuk setiap kilogramnya.
"Musim (hasil tangkapan) sepi seperti ini harga jadi naik. Misalnya udang, dari harga Rp 50.000/Kg naik Rp 10.000 jadi Rp 60.000/Kg. Kemudian rajungan, naiknya lebih tinggi lagi. Namun untuk rajungan ini khususnya bagi nelayan di Tambaklorok sedang jarang tangkapannya," kata Amron, Senin (9/10/2023).
Amron di sisi itu menjelaskan, kenaikan harga hasil tangkapan laut di Semarang terjadi seiring cuaca ekstrem belakangan ini. Menurutnya, hal itu membuat hasil tangkapan nelayan minim.
"Kondisi bulan-bulan ini sangat memprihatikan. Hasil tangkapan sepi banget, turunnya sampai 75 persen. Ini dikarenakan kemarau juga, tidak ada angin kencang. Hasil tangkapan di Tambaklorok seperti cumi, teri, rajungan, semua sedang menyusut," terangnya.
Penyusutan hasil tangkapan ikan yang terjadi ini membuat sebagian nelayan di Semarang Timur terpaksa berhenti melaut.
Hal itu sebab hasil tangkapan tak sepadan dengan biaya operasional yang dikeluarkan para nelayan.
"Hampir 50 persen nelayan di sini banyak yang libur istirahat dulu di rumah," ungkapnya.
Penurunan hasil tangkapan nelayan di Semarang ini juga diakui Yasin, nelayan di wilayah Mangkang. Menurut Yasin, beberapa hari ini jumlah ikan hasil tangkapannya merosot. Ia menyebut hanya mendapat kisaran 1Kg-2kg rajungan tiap kali melaut. Padahal jika sedang musim, ia bisa mendapat puluhan kilogram ikan.
"Kalau sedang musim saya bisa dapat sampai 20Kg, minimnya ya sekitar 10 kilogram. Hari-hari ini rajungan hanya dapat 1-2 kilogram saja. Ikan lainnya juga sedikit. Kalau lagi musim, ikan biasa bisa dapat 30-60Kg," kata Yasin.
Yasin lebih lanjut mengatakan, minimnya perolehan ikan ini selain karena cuaca ekstrem juga adanya pengaruh limbah yang masuk ke perairan Mangkang.
"Cuaca sekarang ini ekstrem, dulu-dulu tidak seperti ini. Kemudian limbah pabrik dulu juga tidak seperti sekarang. Sekarang lebih berdampak ke ekosistem laut," ungkapnya.
Sementara itu, di tengah adanya penurunan hasil tangkapan nelayan ini menurutnya memang membuat harga naik. Harga rajungan, sebutnya, mampu mencapai Rp 90.000/Kg.
"Kalau ikan biasa, harganya Rp 15.00-Rp 20.000. Paling mahal Rp 30.000/Kg," imbuhnya. (Idy)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/harga-ikan-laut.jpg)