Selasa, 14 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Waketum PSI Andy Budiman Bekali Mahasiswa di Semarang Cerdas Bermedia Sosial

Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman membekali mahasiswa di Semarang yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Asli Semarang (Ikan Mas) soal cara cerdas ber

Penulis: Eka Yulianti Fajlin | Editor: m nur huda
ist
Andy Budiman berfoto bersama Ikatan Mahasiswa Asli Semarang (IKAN MAS) di Villa Bokong Semar Kelurahan Kandri Kecamatan Gunungpati Semarang pada Sabtu malam (7/10/2023).  

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG - Wakil Ketua Umum PSI, Andy Budiman membekali mahasiswa di Semarang yang tergabung dalam Ikatan Mahasiswa Asli Semarang (Ikan Mas).

Pembekalan mengulas tentang cara cerdas bermedoa sosial, dalam acara bertajuk Ikan Mas Menyapa 2024 di Villa Bokong Semar, Kelurahan Kandri. Kecamatan Gunungpati Semarang, Sabtu (7/10/2023) malam. 

Caleg DPR RI di Dapil 1 Jateng itu mengatakan, algoritma bisa berubah karena pembuatnya.

Dengan menggunakan struktur kepemahaman media yang tepat, maka suatu aplikasi itu mempunyai suatu pedoman dan arah informasi yang jelas dan sesuai dengan algoritma masing-masing. 

"Berbicara mengenai navigasi digital kita harus memahami posisi keaadaan, jarak, dan pemahaman kita terhadap media. Apalagi, dalam waktu ini atau tahun ini, kita terpolarisasi karena sudah memasuki tahun politik," ujar Andy, dalam keterangan tertulis, Senin (9/10/2023). 

Maka, lanjut dia, perlu mendalami suatu berita dan sering mecari informasi untuk menyimpulkan sesuatu agar tidak termakan berita bohong. 

"Jangan berikan ruang kepada kebohongan untuk menyebar," tegasnya. 

Lebih lanjut, Andy menyampaikan, politik media sosial memiliki dampak yang signifikan dalam dunia modern. Beberapa kesimpulan penting tentang politik media sosial meliputi pengaruh besar, filter bubble, disinformasi, kampanye politik, aktifsme sosial, privasi, dan regulasi. 

Media sosial memiliki kekuatan untuk mempengaruhi opini publik, memobilisasi massa, dan memengaruhi hasil pemilihan dengan cepat.

Kemudian, Filter Bubble Media sosial cenderung menciptakan gelembung informasi di mana individu hanya terpapar pada pandangan yang sejalan dengan kepercayaan mereka sendiri, meningkatkan polarisasi.

"Lalu, disinformasi yang biasa diartikan menyebarnya berita palsu dan disinformasi di media sosial dapat merusak proses politik dan keputusan publik," tambahnya. 

Untuk kampanye politik, Andy menjelaskan, kandidat dan partai politik semakin mengandalkan media sosial untuk kampanye dan berinteraksi dengan pemilih.

Aktivisme sosial di media sosial juga menurutnya telah memungkinkan aktivisme sosial yang cepat dan luas, memungkinkan orang untuk berkumpul dalam isu-isu tertentu.

Kemudian keamanan privasi, dia menilai, isu privasi menjadi penting karena data pengguna sering digunakan untuk tujuan politik dan periklanan yang tidak selalu transparan.

Terakhir, berkaitan dengan regulasi yang seharusnya lebih mengatur media sosial dalam politik, meskipun ini memicu debat tentang kebebasan berbicara.

"Dengan demikian, politik media sosial adalah bagian integral dari proses politik modern yang memiliki potensi positif dan negatif yang signifikan," tutup Andy.(*)

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved