Berita Semarang
Agustina Akui Ada Kekeliruan Tata Ruang di Silayur Semarang
Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui ada kesalahan dalam tata ruang di jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan.
Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui ada kesalahan dalam tata ruang di jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.
Tak pelak, jalur tersebut kerap terjadi kecelakaan, tak hanya satu-dua kali, melainkan berulang kali hingga tak terhitung lagi jumlahnya.
Karenanya jalur tersebut kemudian masuk kategori jalur tengkorak, titik rawan kecelakaan di Kota Semarang.
Salah satunya yang terbaru adalah yang terjadi pada Jumat (10/4/2026).
Insiden tersebut pun memicu evaluasi mendalam Pemkot Semarang terhadap infrastruktur di jalur maut tersebut.
Baca juga: Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu
• Dishub: Kecelakaan Silayur Terjadi di Luar Jam Penjagaan
"Tata ruang di sana memang keliru, ini harus diakui," ujar Agustina seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (13/4/2026).
Menurut Agustina, kontur jalan di Silayur secara teknis tidak ideal bagi kendaraan bermuatan besar. \
Dia menyoroti tingkat kemiringan lajur yang dinilai tidak mampu mengakomodasi kendaraan bertonase berat, sehingga risiko kecelakaan menjadi sangat tinggi.
"Dulu itu pembuatan lajur kemiringannya itu menurut saya memang tidak layak untuk mobil-mobil besar, mobil-mobil bertonase yang berat."
"Karena kalau berat itu pasti meluncur, pasti,” tegasnya.
Menyadari bahwa perbaikan infrastruktur secara menyeluruh membutuhkan anggaran yang sangat besar, Pemkot Semarang saat ini memprioritaskan langkah pengawasan.
Koordinasi lintas sektor bersama kepolisian, Dishub, dan para pelaku usaha mulai diperketat.
Fokus utama saat ini adalah penertiban kendaraan berat yang melintasi kawasan tersebut.
Agustina berharap ada sinergi yang lebih kuat di lapangan untuk memastikan kendaraan yang lewat benar-benar mematuhi ketentuan tonase.
"Maka kami berkoordinasi dan mudah-mudahan dari kepolisian dan Dishub lebih bisa menertibkan," ucapnya.
Baca juga: Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Dishub: Bukan Jukir Resmi
• Viral Pungli Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Bowo Jukir Resmi Resah Nama Tercoreng
| Kisah Supriyatun, Penjual Nasi Rames di Semarang Berangkat Haji dari Hasil Nabung Rp10 Ribu Sehari |
|
|---|
| Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu |
|
|---|
| Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Dishub: Bukan Jukir Resmi |
|
|---|
| BREAKING NEWS, Truk Pakan Kucing Terguling di Manyaran Semarang |
|
|---|
| Viral Pungli Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Bowo Jukir Resmi Resah Nama Tercoreng |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/20251129_Truk-terguling-di-Silayur-Semarang.jpg)