Senin, 13 April 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Semarang

Agustina Akui Ada Kekeliruan Tata Ruang di Silayur Semarang

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui ada kesalahan dalam tata ruang di jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan.

Penulis: Dse | Editor: deni setiawan
TRIBUN JATENG/Rezanda Akbar D
TRUK TERGULING - Truk bermuatan minyak goreng kemasan terguling di Silayur Ngaliyan, Kota Semarang, Sabtu (29/11/2025). Diduga penyebabnya karena truk tak kuat menanjak. 

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti mengakui ada kesalahan dalam tata ruang di jalur Silayur, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang.

Tak pelak, jalur tersebut kerap terjadi kecelakaan, tak hanya satu-dua kali, melainkan berulang kali hingga tak terhitung lagi jumlahnya.

Karenanya jalur tersebut kemudian masuk kategori jalur tengkorak, titik rawan kecelakaan di Kota Semarang.

Salah satunya yang terbaru adalah yang terjadi pada Jumat (10/4/2026).

Insiden tersebut pun memicu evaluasi mendalam Pemkot Semarang terhadap infrastruktur di jalur maut tersebut. 

Baca juga: Ini Tampang Jukir Liar Kota Lama Semarang, Nuthuk Tarif Parkir Rp40 Ribu

Dishub: Kecelakaan Silayur Terjadi di Luar Jam Penjagaan

"Tata ruang di sana memang keliru, ini harus diakui," ujar Agustina seperti dilansir dari Kompas.com, Senin (13/4/2026).

Menurut Agustina, kontur jalan di Silayur secara teknis tidak ideal bagi kendaraan bermuatan besar. \

Dia menyoroti tingkat kemiringan lajur yang dinilai tidak mampu mengakomodasi kendaraan bertonase berat, sehingga risiko kecelakaan menjadi sangat tinggi.

"Dulu itu pembuatan lajur kemiringannya itu menurut saya memang tidak layak untuk mobil-mobil besar, mobil-mobil bertonase yang berat."

"Karena kalau berat itu pasti meluncur, pasti,” tegasnya.

Menyadari bahwa perbaikan infrastruktur secara menyeluruh membutuhkan anggaran yang sangat besar, Pemkot Semarang saat ini memprioritaskan langkah pengawasan.

Koordinasi lintas sektor bersama kepolisian, Dishub, dan para pelaku usaha mulai diperketat.

Fokus utama saat ini adalah penertiban kendaraan berat yang melintasi kawasan tersebut.

Agustina berharap ada sinergi yang lebih kuat di lapangan untuk memastikan kendaraan yang lewat benar-benar mematuhi ketentuan tonase.

"Maka kami berkoordinasi dan mudah-mudahan dari kepolisian dan Dishub lebih bisa menertibkan," ucapnya.

TERGULING - Sebuah truk kontainer terguling melintang di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang pada Jumat (10/4/2026) pagi. Kecelakaan yang melibatkan truk dan mobil itu mengakibatkan lalu lintas padat merayap hampir macet total.
TERGULING - Sebuah truk kontainer terguling melintang di Jalan Prof Dr Hamka, Ngaliyan, Kota Semarang pada Jumat (10/4/2026) pagi. Kecelakaan yang melibatkan truk dan mobil itu mengakibatkan lalu lintas padat merayap hampir macet total. (TRIBUN JATENG/Reza Gustav Pradana)

Baca juga: Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Dishub: Bukan Jukir Resmi

Viral Pungli Parkir Nuthuk Rp40 Ribu di Kota Lama Semarang, Bowo Jukir Resmi Resah Nama Tercoreng

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved