Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Regional

Penampakan Ular Kepala Dua yang Ternyata Biasa Ditemukan di Hutan Kalimantan

Penampakan ular berkepala dua ternyata banyak ditemukan di hutan Kalimantan Indonesia.

Editor: rival al manaf
istimewa/ Ular Indonesia Blogspot
Penampakan ular pipa kepala dua 

TRIBUNJATENG.COM - Penampakan ular berkepala dua ternyata banyak ditemukan di hutan Kalimantan Indonesia.

Ular ini memang tampak memiliki dua kepala, satunya di bagian ekor.

Sehingga sepintas ular ini memiliki dua kepala di bagian ujungnya.

Namun, pada dasarnya kepala satunya hanyalah sebuah kamuflase untuk mengelabuhi predator.

Baca juga: Kapal Induk AS DIkerahkan Dekati Palestina, Presiden Rusia: Di Sana Sudah Tak Ada yang Takut 

Baca juga: Prakiraan Cuaca Banjarnegara Hari Ini, Kamis 12 Oktober 2023 : Berawan Hingga Berawan Tebal

Baca juga: KPK Akan Telusuri Aliran Dana Dugaan Korupsi SYL Ke Partai Nasdem

Ular Pipe Snake atau yang dikenal dengan Ular Berkepala Dua di Indonesia merupakan spesies ular unik dari umumnya ular di dunia.

Ular ini dinamai berkepala dua karena perubahan ekornya yang menyerupai kepala untuk membela diri dari serangan musuh.


Dikutip dari Wikipedia, ular kepala dua atau ular pipa ekor merah adalah sejenis ular primitif yang tidak berbisa, anggota suku Cylindrophiidae.

Dinamai 'kepala-dua', karena perilakunya ketika merasa terganggu akan menegakkan ekornya seolah-olah di situlah letak kepalanya.

Padahal kepala yang sesungguhnya disembunyikannya di bawah gulungan badannya.

Ini dilakukan untuk mengecoh musuh.

Dalam bahasa Inggris ular ini dikenal dengan nama Red-tailed Pipe Snake, Common Pipe Snake atau Two-headed Snake.

Ular ini tinggal di hutan-hutan dataran rendah yang lembap, kebun, dan lahan-lahan pertanian.

 Tempat tinggal yang disukainya cenderung memiliki tekstur tanah gembur atau berlumpur.

Ular ini juga mempunyai karakter bisa menyusup masuk (fossorial) untuk mencari mangsanya.

Sehingga bukan tidak mungkin, ular kepala dua sering kali ditemukan di daerah rawa-rawa dan persawahan, di bawah kayu-kayu lapuk di hutan, di balik tumpukan serasah yang membusuk, bahkan di tepi sungai.

Kita juga bisa menjumpai ular ini di jalanan bertanah ketika pagi hari, sesudah hujan lebat turun di malam harinya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jateng
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved