Tanoto Foundation
Program Pembelajaran STEAM Tanoto Foundation Ajak Siswa SMP di Cilacap Lebih Kreatif
Di era Kurikulum Merdeka seperti sekarang dimana pembelajaran difokuskan pada peserta didik, tentunya diperlukan.
Penulis: Pingky Setiyo Anggraeni | Editor: rival al manaf
TRIBUNJATENG.COM, CILACAP - Di era Kurikulum Merdeka seperti sekarang dimana pembelajaran difokuskan pada peserta didik, tentunya diperlukan pula sebuah metode pembelajaran yang dapat meningkatkan kreatifitas siswa.
Bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cilacap, Tanoto Foundation sebuah organisasi non-profit yang bergerak di bidang pendidikan berusaha mewujudkannya.
Tanoto Foundation melalui kelompok perubahan fasilitator daerah bernama "Physalis" melakukan inovasi dengan membuat proyek perubahan.
Tim yang terdiri dari 4 guru SMP dari mata pelajaran yang berbeda ini bergerak melakukan pelatihan terhadap guru SMP di Kabupaten Cilacap dengan menyajikan metode pembelajaran yang mengkolaborasikan beberapa mata pelajaran.
Yakni melalui pembelajaran "STEAM" (Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics) sebuah pendekatan pembelajaran yang mengkolaborasikan beberapa ilmu seperti pengetahuan, teknologi, rekayasa, seni dan matematika.
Ari Prastiwi ketua tim perubahan fasda "Physalis" menuturkan tujuan dikenalkannya metode STEAM adalah agar peserta didik dapat mengembangkan diri sesuai kemampuannya untuk bekal di masa depan.
Dengan metode itu diharapkan peserta didik dapat lebih peka terhadap masalah yang ada di lingkungan sekitar, meningkatkan kemandirian dan tentunya juga meningkatkan kreatifitas.
"Jadi nanti dalam pembelajaran STEAM tidak hanya satu pelajaran saja yang dipelajari namun kolaborasi dari beberapa mata pelajaran.
Kita mengambil 4 mata pelajaran yaitu Matematika, IPA, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris," jelasnya kepada Tribunjateng.com
Ari Prastiwi beserta ketiga rekannya berusaha terus menggaungkan metode pembelajaran "STEAM" kepada teman-teman guru SMP di Kabupaten Cilacap.
Bahkan mereka rela melakukan pelatihan dengan jemput bola agar para guru SMP di Kabupaten Cilacap dapat mengikutinya.
Mereka berusaha agar para guru di wilayah barat dan timur Cilacap pun dapat mengikuti pelatihan-pelatihan pembelajaran.
Karena seperti yang diketahui Kabupaten Cilacap memiliki geografis yang sangat luas, dengan kondisi itu tentu tidak semua guru dapat mengikuti pelatihan yang hanya berpusat di Kota Cilacap.
"Jadi kemarin sudah mengadakan 2 kali pelatihan pembelajaran STEAM di Cilacap ini, di wilayah barat berpusat di SMP Negeri 2 Kedungreja dan di wilayah timur di SMP Negeri 1 Binangun.
Kita ambil dari 7 sekolah, masing-masing sekolah ada 4 guru dari 4 mapel yang berbeda," kata Ari.
Adapun proses pelatihan dilakukan selama 2 hari yaitu dengan merencanakan pembuatan proyek yang bersasis pada masalah di lingkungan sekolah serta sumber daya di sekolah.
Kemudian para guru SMP ini diberi waktu 2-3 minggu untuk melaksanakan proyek di sekolah masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/Ketua-tim-Physalis-fasilitator-daerah-program-perubahan-Jateng.jpg)