Selasa, 19 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Berita Video

Video Bengkel Pertamina Sahabat Nelayan, Sekoci Andalan Penyambung Hidup Nelayan Semarang

Suara nyaring mesin las bersaut di sebuah bengkel jalan Irigasi Utara, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang.

Tayang:
Penulis: Idayatul Rohmah | Editor: Tim Video Editor

Berikut ini video Bengkel Pertamina Sahabat Nelayan, sekoci andalan penyambung hidup nelayan Semarang.

TRIBUNJATENG.COM, SEMARANG – Suara nyaring mesin las bersaut di sebuah bengkel jalan Irigasi Utara, Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Senin (9/10/2023).

Tampak di bengkel bertuliskan “Bengkel Pertamina Sahabat Nelayan” itu, Muhammad Yasin (40) dan dua mekanik lainnya sibuk berkutat dengan peralatan bengkel.

Yasin dan Ali Rochmat (48) mengelas onderdil perahu dan kendaraan roda dua.

Satu rekan lainnya, Sugiarto (32) memasangkan knalpot di sebuah motor matic pelanggan.

Aktivitas perbengkelan itu setidaknya telah terlihat sejak beroperasi tahun 2022 lalu.

“Hari ini pengelasannya ringan untuk knalpot dan standar kendaraan. Kalau biasanya, banyak juga menangani rangka putus."

"Kemarin saja ada dua kendaraan yang rangkanya putus dibawa ke sini,” kata Yasin mengurai rerata pelanggan datang ke bengkel saat ditemui Tribun Jateng.

Bengkel tersebut kini memang sedang ramainya melayani pengelasan onderdil kendaraan roda dua. Sedangkan untuk jasa pengelasan maupun servis perahu tergolong sedang sepi.

Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini membuat sebagian nelayan terpaksa libur dan memilih bekerja serabutan. Minimnya hasil tangkapan ikan, menjadi alasan istirahat melaut sebab khawatir tak bisa menutup biaya operasional.

Yasin memilih tetap melaut meski pendapatan seret. Menurutnya, hasil rajungan antara 1 Kg sampai 2 Kg saja masih cukup untuk sekadar membuat dapur tetap ngebul.

Sebagai tambahan penghasilan, ia bersama 14 rekannya yang tergabung dalam koperasi nelayan Mitra Samudera Jaya mengandalkan bengkel perahu yang merupakan program dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dari Pertamina itu.

“Hari-hari ini saya dapat hasil tangkapan rajungan paling mentok 2 Kg dari yang biasanya saat musimnya bisa dapat antara 10 Kg sampai 20 Kg. Ketika sedang sepi begini, pemasukan dari bengkel ini sangat membantu,” ungkap Yasin.

Bagi Yasin dan rekannya, bengkel ini menjadi “sekoci” andalan penyambung hidup nelayan di tengah kebutuhan keluarga yang terus berjalan. Saat hasil tangkapan laut sedang kusut, pendapatan hasil bengkel menjadi penopang.

“Pendapatan bengkel ini dikelola untuk modal belanja bahan lagi dan sebagian untuk pemasukan kas. Dari pemasukan itu, kami tenaga di sini mendapat persenan,” kata Yasin juru las sekaligus koordinator di bengkel tersebut.

Sumber: Tribun Jateng
Halaman 1/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved