Berita Jepara
Warga Terdampak Kekeringan, Ketua DPRD Jepara Turun Langsung Kirim Air Bersih
Masalah kekeringan dan kekurangan air bersih menjadi persoalan utama yang dialami warga Jepara bagian selatan seiring kemarau panjang tahun ini
Penulis: Muhammad Yunan Setiawan | Editor: Muhammad Olies
TRIBUNJATENG.COM, JEPARA- Masalah kekeringan dan kekurangan air bersih menjadi persoalan utama yang dialami warga Jepara bagian selatan seiring kemarau panjang tahun ini.
Masalah itu disampaikan warga saat Ketua DPRD Jepara Haizul Ma'arif melakukan reses di Desa Rajekwesi, Nalumsari, dan Kalipucang Kulon, Welahan.
Haizul Ma'arif juga mendapat laporan serupa dari warga Desa Ujungpandang Kecamatan Welahan yang sudah lebih 10 hari tak mendapatkan air bersih.
Mereka meminta ada penanganan terkait krisis air bersih.
Terkait persoalan ini, Haizul Ma'arif langsung turun tangan. Ia mengupayakan pengiriman 1 truk tangki air bersih ke desa Ujungpandang. Sebanyak 4.000 liter air sudah tersalurkan ke warga.
Menurutnya, penanganan warga terdampak kekeringan bisa dilakukan dengan dua cara yakni jangka pendek dan jangka panjang.
Baca juga: Rawan Alami Krisis Air Bersih, Polres Jepara Buat Sumur Bor di Desa Sumber Rejo Donorojo
Baca juga: 3 Desa di Jepara Alami Kekeringan, Mas Wiwit dan Linduaji Gelontor 49.000 Liter Air Bersih
Baca juga: 58 Desa di Grobogan Jateng Krisis Air Bersih
Untuk penanganan darurat yang bersifat sementara bisa dilakukan dengan pengiriman air bersih. Kemudian untuk penanganan jangka bisa dengan perbaikan saluran air bersih dan pembuatan sumur bur.
Di Ujungpandang, lanjut Haizul Ma'arif , sumber air hanya dua, sumur dan PDAM. Kondisi sumur warga sudah kering. Sementara dari PDAM ada kendala. Jalur pipa hanya ada sisa-sisa air.
"Kemarin saya langsung koordinasi dengan direktur PDAM terkait masalah itu. Alhamdulillah langsung direspons. Kita buat pipa khusus dari titik sumur menuju ke Desa Karanganyar dan kemudian ke Ujungpandang," kata dia, Minggu (15/10/2023).
Akhir Oktober nanti, proses pengerjaan jalu pipa itu. Diperkirakan akhir Desember pengerjaan sudah rampung. Kata dia, setelah pengerjaan jalur pipa ini selesai masalah kekeringan di Ujungpandang tertangani.
Selain itu, ia juga mengupayakan pembuatan sumur bur di Nalumsari dan Kalipucang Kulon. Menurutnya, sumur bisa menjadi solusi jangka panjang menangani kekeringan.
Dia mencontohkan dulu di Desa Rajekwesi rutin menjadi area langganan kekeringan. Namun setelah dibangun tiga sumur bur melalui program pamsimas. Kekeringan teratasi. 1 sumur bisa mengairi 300 KK.
"Saya lihat program pamsimas itu sangat bagus. Nantinya sumur bur dikelola pamsimas. Ini bisa menjadi solusi," ujarnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jateng/foto/bank/originals/kiriman-air-bersih-Gus-Haiz.jpg)