Minggu, 3 Mei 2026
Wonosobo Hebat
Selamat Datang di Superhub Pemkab Wonosobo

Kunci Jawaban

Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 5 SD Halaman 41 dan 42 Subtema 1 Pembelajaran 4 Latihan Menulis

Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 5 SD Halaman 41 dan 42 Subtema 1 Pembelajaran 4 Latihan Menulis

Tayang:
Penulis: non | Editor: galih permadi
Buku Tematik Kelas 5 SD
Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 5 SD Halaman 41 dan 42 Subtema 1 Pembelajaran 4 Latihan Menulis 

Kunci Jawaban Tema 5 Kelas 5 SD Halaman 41 dan 42 Subtema 1 Pembelajaran 4 Latihan Menulis

TRIBUNJATENG.COM - Berikut kunci jawaban tema 5 Kelas 5 SD halaman 41 dan 42 Subtema 1 Pembelajaran 5 tentang Komponen Ekosistem.

Kunci jawaban ini bisa digunakan orangtua untuk mengoreksi jawaban anak.

Namun itu yang perlu dipahami adalah beberapa soal adalah pertanyaan terbuka.

Artinya, siswa bisa mempunyai jawaban berbeda dengan yang ada di kunci jawaban ini.

Berikut kunci jawaban Buku Tematik Tema 5 Kelas 5 SD / MI Subtema 1 pembelajaran 5 halaman 41 dan 42 yang dikutip dari Buku Guru dan Siswa serta beberapa sumber:

Halaman 41


Ayo Menulis

Mengenal daur hidup hewan akan membantumu mengetahui tahapan tumbuh kembang hewan tersebut. Dengan demikian, kamu juga akan mengetahui kebutuhan hewan terhadap saling kebergantungan dengan komponen lain di dalam ekosistem. Dengan informasi yang telah kamu dapatkan dan presentasi dari kelompok lain, kamu akan menuliskan secara lebih mendalam tentang daur hidup hewan. Pilihlah salah satu hewan yang paling kamu suka, terutama hewan yang mengalami metamorfosis. Buatlah sebuah tulisan tentang hewan tersebut paling sedikit dalam tiga paragraf. Gunakanlah diagram di atas untuk membantumu menjelaskan daur hidup hewan tersebut secara runtut. Jangan lupa, jelaskan juga beberapa informasi menarik tentang hewan dan daur hidupnya.

Halaman 42

Jawaban:

1. Daur Hidup Katak

Katak termasuk hewan yang hidup di darat dan air. Hewan seperti ini disebut amfibi. Katak berkembang biak dengan bertelur. Katak juga mengalami metamorfosis. Akan tetapi, metamorfosis sempurna katak berbeda dengan kupu-kupu atau nyamuk.

Katak bertelur di dalam air. Telurnya berlendir sehingga terlihat seolah-olah melekat satu sama lain. Telur akan berubah menjadi berudu atau kecebong. Kecebong hidup di dalam air dan bentuknya menyerupai ikan. Selanjutnya, tumbuh sepasang kaki belakang dan sepasang kaki depan.

Ekor kecebong semakin pendek seiring pertumbuhan kaki. Lama-kelamaan ekor kecebong akan menyusut dan akhirnya menghilang. Kecebong akan berubah menjadi katak muda. Selanjutnya, terus tumbuh menjadi katak dewasa. Katak dewasa sudah tidak berekor lagi.

2. Daur Hidup Belalang

Metamorfosis pada belalang merupakan metamorfosis tidak sempurna. Belalang berkembang biak dengan bertelur. Telur belalang menetas menjadi nimfa (muda). Belalang muda memiliki bentuk mirip dengan belalang dewasa. Bedanya, belalang muda tidak bersayap. Belalang muda berubah menjadi belalang dewasa yang bersayap.

3. Daur Hidup Kucing

Banyak hewan dalam daur hidupnya tidak mengalami metamorfosis. Contoh, daur hidup kucing dan daur hidup ayam. Kucing betina akan melahirkan anak kucing, kemudian anak kucing tumbuh menjadi kucing dewasa. Kucing dewasa yang betina akan melahirkan anak kucing.

Kucing menghasilkan anak melalui cara beranak (melahirkan). Sebelum anaknya lahir, kucing dewasa mengalami masa mengandung kira-kira 3 bulan. Setelah itu, lahirlah anak kucing yang belum dapat bergerak dengan lincah.

Anak kucing ini belum dapat makan sendiri. Dia menyusu ke induknya. Setelah umurnya lebih dari sebulan, anak kucing baru dapat memakan makanan lain.
Setelah lahir sampai dewasa, tubuh kucing tidak berubah bentuk. Hanya ukuran tubuhnya saja yang berubah. Gerakannya pun semakin lincah. Kucing dewasa dapat memanjat dan melompat dari tempat yang tinggi.

4. Daur Hidup Nyamuk

Nyamuk merupakan hewan yang termasuk ke dalam golongan serangga. Hewan ini dikenal suka menghisap darah baik darah manusia maupun hewan. Saat ini, terdapat lebih dari 2.700 spesies nyamuk di dunia. Hewan ini memiliki ciri khas berupa mulut yang menyerupai jarum yang mampu menembus kulit.

Nyamuk terkenal sebagai hewan parasit yang merugikan manusia. Efek ringan akibat gigitan nyamuk adalah rasa gatal. Rasa gatal ini dapat hilang setelah beberapa saat. Namun, jenis nyamuk aedes aegypty mampu membunuh manusia dewasa karena ketika mereka menghisap darah, mereka juga menyebarkan virus yang dapat menyebabkan penyakit demam berdarah (DBD).

Nyamuk berkembang biak dengan bertelur. Nyamuk biasanya bertelur tempat yang terdapat air. Dalam daur hidupnya, telur nyamuk yang menetas akan berubah menjadi jentik-jentik. Kemudian jentik-jentik akan berkembang lagi menjadi pupa. Setelah itu pupa akan berkembang lagi menjadi nyamuk yang lengkap dengan sayap.

*) Disclaimer: Artikel ini hanya ditujukan kepada orang tua untuk memandu proses belajar anak.

Artikel ini telah tayang di TribunPontianak.co.id dengan judul: KUNCI JAWABAN Tema 5 Kelas 5 Halaman 38 39 40 41 42 43 44 45 46 Subtema 1 Pembelajaran 5 Ekosistem

Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved